Connect with us

Gorontalo

Trio Barbie, Lalu Bagaimana?

Published

on

Funco Tanipu || Foto Istimewa

Oleh : Funco Tanipu (Dosen Jurusan Sosiologi FIS UNG)

GORONTALO – Bahwa ada peristiwa yang terjadi akibat dari aktifitas berlebihan salah satu personal Trio Barbie adalah fakta bahwa perlu adanya aturan yang lebih tegas terkait pagelaran musik termasuk aktifitas didalamnya, dan tentu saja bagaimana memeriksa kembali sistem sosial masyarakat Gorontalo pada era kekinian. Bukan hanya itu saja, kejadian saat malam Tumbilotohe di Ipilo lalu menjadi sasaran kemarahan warga. Bahkan sudah ada upaya menariknya pada konteks politik lokal.

Pada konteks Trio Barbie, mesti kita dudukkan secara proporsional secara lebih jernih. Bahwa ada hal-hal yang tidak mengenakkan adalah fakta, tetapi harus diingat bahwa mereka bertiga adalah warga negara yang memiliki hak konstitusional yang sama dengan warga, dalam artian segala fasilitas dan juga jaminan warga harus sama dengan yang lain. Bahwa ada yang mengganggu kenyamanan, ada jalur hukum yang menjadi kanal penyelesaian.

Demikian pula terkait mereka yang telah dijadikan bahan candaan bahkan sudah mengarah pada kekurangan fisik dan sebagainya pada salah satu anggota Trio Barbie, saya kira hal tersebut telah melampaui, sebab menghina fisik dan perundungan pada sesama warga bukanlah sesuatu yang bijak. Karena, kekurangan fisik seseorang bukanlah keinginannya, tapi aturanNya.

Tentu saja, kita akan menunggu proses yang sedang berlangsung, yang terinformasi ada pelaporan ke pihak kepolisian, pihak kepolisian pun pasti profesional dalam melakukan proses hukum ini.

Bahwa masyakarat marah dan menyesalkan hal tersebut adalah wajar, karena tentu mereka menginginkan Gorontalo terus menjadi daerah yang dicita-citakan sebagai Serambi Madinah.

Sebagai niat dan cita-cita, Serambi Madinah bukan saja dua suku kata saja, tapi juga doa, sekaligus pembatas. Mendoakan agar jazirah Gorontalo agar mendapat keberkahan, warganya beroleh syafaat Madinah dalam hal ini Baginda Nabi. Pembatas dimaksud adalah dengan jargon identitas ini bisa menjadi penghalang sekaligus batas pada hal-hal yang diluar prinsip-prinsip kebudayaan Gorontalo sebagai daerah Islam.

Tetapi, perlu diingat bahwa Serambi Madinah bukan sesuatu yang statis, namun ada aktifitas yang dinamis dan harus diperjuangkan. Dalam konteks perjuangan, tentu saja ada hal-hal yang harus diluruskan dan ditegakkan, bukan saja soal niat tapi hingga perilaku. Apakah perilaku bermasyarakat hingga tata kelola pemerintahan.

Sebagai daerah yang dicita-citakan sebagai Serambi Madinah, tentu saja banyak yang perlu diperbaiki, semisal terkait bagaimana peran lembaga keagamaan yang ada di Gorontalo bisa berkontribusi secara aktif baik pada level struktural dan kultural.

Hal-hal yang terjadi pada peristiwa Trio Barbie bukan hal yang harus dihindari lembaga keagamaan, tetapi harus diseriusi bahkan perlu mendapatkan pendampingan sehijgga bisa diarahkan dan pembinaan, karena bagaimanapun hal tersebut menjadi hal yang “umum” terjadi di masyarakat kita.

Peristiwa Trio Barbie adalah hikmah bagi kita sekalian, bahwa jangan sampai “momentum” ini lewat begitu saja tanpa menjadi proses refleksi bersama. Memang ada yang dianggap negatif, dan bersama-sama melakukan perundungan, tetapi hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah. Perlu ada skema pendampingan secara komprehensif oleh lembaga-lembaga terkait. Momentum ini penting untuk menjadi refleksi bagi diri masing-masing sebagai warga untuk tidak melakukan bully, penghinaan dan bahkan perundungan. Perlu diingat bahwa dalam prinsip Serambi Madinah ada nilai-nilai kearifan seperti tolianga, tolopani, dulohupa dan hal-hal yang mengedepankan penguatan Ngala’a sebagai basis kemasyarakatan Gorontalo. Hal ini pula menjadi bahan refleksi bagi lembaga keagamaan hingga lembaga keluarga pada tingkat mikro karena ada pergeseran nilai di tingkat masyarakat agar buhuta lo Hulondalo bisa dipertahankan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Hanya Kaka RG yang Bisa Gebuk Elnino

Published

on

GORONTALO – Juru bicara GERINDRA Gorontalo, Wahidin Ishak tampak ciut ketika mendengar bahwa Rahmat Gobel akan turun sebagai cagub Gorontalo.

“Saya pastikan bahwa pak Rahmat Gobel tidak akan maju jadi cagub Gorontalo. Sehingga ketua Elnino menjadi tidak mendapatkan tandingan yang sekelas. Ketika RG tidak maju sebagai cagub Gorontalo maka ketua Elnino akan melaju sendiri tanpa tandingan yang berarti,” tutur Wahidin sambil membusungkan dada.

Dari hasil Pemilu 2024, yang bisa bisa mengalahkan Elnino hanya suara dari Rahmat Gobel. “RG kan takkan maju nih. Terus, hanya dia yang bisa gebuk Elnino. Tidak ada orang lain. Karena RG tidak maju, maka pasti ketua Elnino jadi Gubernur Gorontalo. Kan begitu hitungan rasionalnya,” tutup Wahidin.

Continue Reading

Gorontalo

Pimpinan Dewan GERINDRA Sudah Diusulkan Minggu Lalu

Published

on

Wahidin Ishak SH, jubir partai GERINDRA

GORONTALO – Partai GERINDRA mendapatkan satu wakil ketua dewan Pohuwato dan satu wakil ketua dewan privinsi Gorontalo. Menurut jubir partai GERINDRA, nama-nama yang menduduki pimpinan dewan tersebut sudah selesai diusulkan oleh partai GERINDRA pada minggu lalu.

“Apa yang antum tanyakan? Mengenai AKD dan pimpinan dewan sudah diusulkan minggu yang lalu oleh DPD. Terlambat antum taa, hehehe,” kata Wahidin Ishak SH, jubir partai GERINDRA.

Menurutnya, mekanisme Partai GERINDRA lebih cepat daripada partai umumnya. “Jadi, tidak usah dibicarakan lagi soal AKD dan pimpinan dewan, karena sudah selesai diusulkan minggu lalu oleh DPD GERINDRA,” kata Wahidin Ishak.

Spill dong pak nama-nama pimpinan dan AKD, hehe. “Nama-nama… nanti saja.. kalau SK dari DPP sudah di tangan saya. Ok? Kita juga sedang menunggu SK-nya,” jawab Wahidin sambil tersenyum.

Continue Reading

Gorontalo

Kejari Pohuwato dan BNK Bersinergi dalam Tes Urine Pegawai: Semua Hasil Negatif

Published

on

POHUWATO – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pohuwato bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Pohuwato melakukan tes urine kepada seluruh pegawai Kejari Pohuwato. Tes urine dilaksanakan di Kantor Kejari Pohuwato dan disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato, Endi Sulistiyo, SH.,MH, dan Kepala BNK Pohuwato, Yusuf Potale, pada Senin, 13 Mei 2024.

Kajari Pohuwato, Endi Sulistiyo, SH., MH, menjelaskan bahwa Kejari Pohuwato bersama BNK Pohuwato mengadakan tes urine terhadap seluruh pegawai Kejari Pohuwato, termasuk pegawai negeri dan pegawai honor, termasuk cleaning service (CS) yang berjumlah sekitar 58 orang. Hasilnya, semua pegawai tersebut dinyatakan negatif terhadap narkoba.

“Kami melaksanakan tes urine ini mengingat semakin banyaknya peredaran narkoba di Pohuwato, dan Alhamdulillah dari hasil tes urine, semuanya negatif,” ungkap Kajari.

Terkait tes urine tersebut, Kajari Pohuwato menyampaikan terima kasih kepada Kepala BNK beserta jajarannya atas kegiatan ini. “Tes urine ini dilaksanakan secara transparan, di mana hasilnya bisa dilihat langsung setelah tes urine dilakukan,” jelasnya.

Kepala BNK, Yusuf Potale, menyatakan bahwa hasil tes urine terhadap pegawai Kejari Pohuwato semuanya negatif dari jumlah 58 ASN, termasuk pejabat utama, ASN lainnya, serta pegawai honor dan CS. Hasilnya dipastikan dilihat langsung tanpa adanya yang ditutupi.

“Kami dari BNK mengucapkan terima kasih atas inisiatif dari Kepala Kejaksaan Negeri Pohuwato untuk meminta kami melaksanakan tes urine di lingkungan Kejari Pohuwato,” tambahnya. Dengan demikian, langkah ini merupakan upaya bersama dalam memastikan lingkungan kerja yang bebas dari pengaruh narkoba.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler