Connect with us

Gorontalo

Wartawan se Gorontalo Minta Kabid Humas Diganti

Published

on

Dalam aksi damai Wartawan se Gorontalo di depan Mapolda Gorontalo terungkap tuntutan untuk mengganti Kabid Humas Polda Gorontalo. | Foto Istimewa

Gorontalo-Dalam aksi damai Wartawan se Gorontalo di depan Mapolda Gorontalo terungkap tuntutan untuk mengganti Kabid Humas Polda Gorontalo. Tuntutan itu dilayangkan karena dirinya sering mengeluarkan statetmen hoaks terhadap pemberitaan dari sejumlah media. Padahal ketika diminta tanggapan, dirinya tidak merespon hal itu.

“Kami minta pak Kapolda mengganti kabid humas, karena tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan wartawan” ungkap Helmi Rasid

Untuk menekan Kapolda agar menyanggupi tuntutan tersebut, wartawan se Gorontalo akan memboikot pemberitaan dari Polda.

Aksi damai wartawan se Gorontalo itu merupakan respon atas dugaan intimidasi dan penghalangan kerja kerja jurnalistik saat meliput demo penolakan UU Cipta Kerja di Gorontalo.

Pada demo itu, terdapat oknum kepolisian yang menyuruh wartawan untuk menghapus video liputan.

Gorontalo

Chamdi Tomy Siap Debat

Published

on

KABGOR-Pasangan Nomor urut 3 Chamdi-Tomy menghadiri rapat koordinasi persiapan Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Gorontalo di Gedung Render IT Bone Bolango (29/10/2020).

Selain Chamdi-Tomy hadir juga Nelson-Hendra, sementara untuk pasangan Tony Yunus-Dariyanto Gobel dan Rustam Akili -Dicky Gobel hanya di wakili oleh LO masing-masing dari kedua paslon tersebut.

Debat pasangan calon bupati dan wakil bupati akan dilangsungkan sebanyak tiga kali, yakni pada 5 November untuk pasangan calon Bupati, sementara untuk calon wakil Bupati pada tanggal 17 November dan untuk calon bupati dan wakil bupati pada 29 November 2020 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut nantinya tema dan subtema yang akan dijadikan materi debat mengacu pada keputusan KPU RI No 465/PL.02.4-Kpt/06/KPU/IX/2020.

Dengan materi debat meningkatkan kesejahteraan, masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persolan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan kabupaten dengan provinsi dan nasional, memperkokoh NKRI dan kebangsaan dan strategi kebijakan penanganan Covid 19 di daerah.

Nantinya juga debat kandidat paslon bupati dan wakil bupati Gorontalo akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan stasiun Radio RRI dan poliyama.

Continue Reading

Gorontalo

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kwarda Pramuka Gorontalo Ikuti Apel Siaga Covid

Published

on

Foto Istimewa

GORONTALO-Menindaklanjuti surat edaran kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo mengikuti apel kesiapsiagaan pramuka peduli penanggulangan COVID-19 secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kwarda Gorontalo, yang turut dihadiri Waka Abdimasgana Kak Dr. Sumarwoto, Waka Bina Wasa, Waka Humas Infokom Kwarda Gorontalo, Serta Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Kota Gorontalo, dan beberapa peserta lainnya dengan menggunakan seragam pramuka.

Apael dilakukan untuk memaknai hari sumpah pemuda guna meningkatkan sinergitas dan menjalin kolaborasi peningkatan peran pramuka peduli dalam hal mendukung upaya pencegahan bencana non alam dalam hal ini penyebaran Covid 19.

Apel kesiapsiagaan Pramuka peduli dilaksanakan secara serentak diseluruh Kwartir daerah dan Kwartir cabang gerakan Pramuka di Indonesia, bertindak sebagai pembina upacara Komjen Polisi Purnawirawan Budi Waseso selaku ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Continue Reading

Gorontalo

Empat Puluh Tujuh Ribu Pria di Gorontalo Terancam “Sulit” Kawin

Published

on

Foto Ilustrasi golife.id

Oleh : Funco Tanipu

Jika kita merujuk pada data Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Gorontalo 2019 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, kita bisa melihat banyaknya data menarik yang bersumber dari Survey Sosial Ekonomi per Maret 2019.

Dari data itu, salah satu yang bisa kita simak adalah persentase perkawinan dan perceraian di Gorontalo.

Dari data itu, bisa dilihat bahwa Kota Gorontalo adalah daerah dengan persentase tertinggi yang belum menikah (38,73 %), sedangkan yang telah menikah sejumlah 51,65 %. Kota Gorontalo “kalah” dari Pohuwato (64,21 %) jika dibandingkan persentase jumlah menikah. Jumlah orang belum menikah di Pohuwato adalah yang terendah di Gorontalo (29,58 %).

Sedangkan untuk persentase jumlah perceraian, Kota Gorontalo adalah daerah yang memiliki persentase tertinggi dalam perceraian (9.62 %), baik cerai hidup maupun cerai mati. Sedangkan Pohuwato adalah daerah terendah dalam angka perceraian (6.21 %).

Jika dibagi lagi secara spesifik antara laki-laki dan perempuan mengenai persentase perceraian, Gorontalo Utara adalah daerah dengan jumlah persentase perempuan yang cerai hidup (janda) tertinggi di Gorontalo (3.12 %). Sedangkan Kota Gorontalo adalah daerah yang memiliki jumlah duda tertinggi di Gorontalo (2.10 %).

Secara spesifik, jumlah jomblo di Gorontalo kita tidak ketahui secara pasti, sebab jumlah orang yang belum menikah, termasuk yang janda dan duda, belum kita bisa golongkan pada kategori jomblo. Sebab jomblo adalah predikat bagi yang belum punya pacar dan belum menikah. Jika dua predikat itu kita simak, maka jumlah belum menikah di Gorontalo sebesar 32,97 %.

Jika kita lihat data jumlah penduduk Gorontalo pada tahun 2018 sebesar 1.166.142 jiwa, maka ada sekitar 384.477 jiwa yang jomblo atau belum menikah di Gorontalo. Dari jumlah itu, persentase perempuan yang belum menikah sebesar 28,96 % dan pria 37 %.

Dari jumlah pria di Gorontalo sebesar 583.819 jiwa dan perempuan 582.323 jiwa, terlihat bahwa ada 216.013 laki-laki yang belum menikah dan ada sekitar 168.640 perempuan yang belum menikah.

Itu berarti bahwa tak perlu ada kegusaran dan kepanikan perempuan untuk tidak akan mendapatkan pasangan, sebab jumlah perempuan yang belum menikah lebih sedikit dibandingkan jumlah laki-laki yang belum menikah, sehingga peluang bagi perempuan untuk menikah lebih besar dibandingkan laki-laki.

Namun hal ini bisa menjadi kepanikan bagi laki-laki, sebab tingkat “persaingan” akan lebih seru karena jumlah perempuan yang belum menikah lebih sedikit dibandingkan jumlah laki-laki yang belum menikah. Jika jumlah laki-laki yang belum menikah dikurangi dengan jumlah perempuan yang belum menikah “dipasangkan”, maka ada sekitar 47.373 laki-laki di Gorontalo yang tak akan dapat pasangan perempuan di Gorontalo.

Karena itu, bagi laki-laki Gorontalo yang belum menikah, harus berupaya keras untuk tidak masuk di angka 47.373 itu. Karena jika masuk di angka itu, maka peluang untuk nikah di Gorontalo sangat kecil, sebab kemungkinan besar mesti berupaya keras untuk mendapatkan pasangan dari luar Gorontalo, atau bisa jadi mendapatkan pasangan perempuan yang datang sementara atau pindah ke Gorontalo, namun perluang ini sangat kecil. Apalagi jika melihat faktor biaya nikah yang mesti ditanggung pria di Gorontalo.

Bagi laki-laki yang belum menikah di Gorontalo, kencangkan ikat pinggang, segera berpikir keras, peras keringat, dan atur strategi. Kecuali jika anda ingin masuk di jumlah tersebut.

Hal yang berbeda bagi perempuan, karena perempuan di Gorontalo pasti tidak akan sulit untuk menikah sebab sudah pasti ada pasangan (walaupun belum tentu bisa diketahui siapa lelaki yang menjadi pasangannya). Tentu hal ini jika dipahami perempuan, maka otomatis mahar akan naik dengan sendirinya, karena rasio perempuan dan laki-laki yang tidak seimbang jumlahnya.

Tetapi, bukan berarti bahwa semua perempuan yang belum menikah di Gorontalo akan dapat pasangan (menikah), ini disebabkan jika standar untuk pasangan pria dinaikkan. Misalnya, potongan harus seperti artis Korea, punya kemampuan ekonomi seperti pengusaha, memiliki properti yang lengkap, mahar yang tinggi, tingkat pendidikan yang tinggi dan hal-hal yang hanya bisa kita temui dalam drakor. Tentu mesti dalam konteks yang sesuai dengan tuntunan agama, yakni mengedepankan akhlak, dan memiliki kemampuan untuk memenuhi nafkah lahir dan batin.

Continue Reading

Terpopuler