News
Hubungan Indah Bersama-Nya
Published
6 years agoon
Oleh: Makmun Rasyid
Suatu masa, kira-kira tahun 1920-an, saat mengeyam kuliah di Bandung. Bung Karno mengalami ragam kesulitan dan tantangan hidup yang luar biasa. Kondisi ini dimanfaatkan-Nya untuk mendekat pada Ilahi Rabbi. Dalam proses kehidupan di Bandung, Cindy Adams menulis, “selagi aku melangkah ragu pada awal jalan yang menuju kepada ketuhanan, aku tidak melihat Yang Maha Kuasa sebagai Tuhan seseorang”.
Tuhan milik semua hamba-Nya. Kehadiran Tuhan ada dalam diri setiap manusia. Perspektif penulis, sebab inilah, ketiadaan pembicaraan tentang wujud Tuhan secara eksplisit dalam kitab suci, disebabkan wujud-Nya teramat jelas dan dirasakan—bagi mereka yang jujur. Kejelasan akan kesaksian dan ketauhidan murni manusia, direkam dalam Qs. Al-A’râf [7]: 172. “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan Kami), kami menyaksikannya”. Sebuah kesaksian antara Dia dengan manusia sebelum ruh dimasukkan ke dalam jasad.
Qur’an merekam sosok Fir’aun yang terus berucap akan ketiadaan Tuhan dalam kehidupannya. Namun saat nyawa akan meninggalkan jasadnya. Dia berkata, “saya percaya bahwa tidak Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil. Dan saya termasuk orang-orang yang yang berserah diri (kepada Allah)” (Qs. Yûnus [10]: 90-91). Ayat ini menegaskan bahwa fitrah bertuhan adalah keniscayaan milik semua manusia, termasuk bagi mereka yang mengingkari adanya wujud Tuhan.
Ketauhidan seseorang harus dipupuk secara konsisten. Ia bisa melemah dan naik, sesuai kondisi hati dan kejiwaan. Di dalam Ramadan, secara tak sadar, Allah menegur orang-orang yang berlebih-lebihan dalam beribadah. Dalam bahasa kekinian disebut: “al-Ghuluwwu fî al-Ibâdah wa al-Dîn” (berlebih-lebihan dalam beribadah dan beragama). Teguran ini menyebabkan manusia harus menyeimbangkan keteguhan spiritualnya dengan keteguhan akan tindakan sosial-muamalah.
Nabi pun pernah menegur istrinya kala ia menjumpai sebuah tali yang membentang dari satu dinding ke dinding lainnya. Nabi keheranan, “untuk apakah ini?”. Sahabat yang ada menjawab, “aku melihat, istri Rasul salat dengan berpegangan di tali itu semalam”. Rasul pun memerintahkan sahabatnya, “copotlah tali-tali ini”. Maknanya, Nabi menginginkan kepada siapa, proses mendekati-Nya dan bercengkrama dengan-Nya tidak perlu memaksakan dan mengada-ngada.
Dalam beragama pun demikian. Proses mendekati-Nya yang melewati banyak jalur dan banyak cabang, walau akarnya satu, Tuhan menginginkan proses menuju akar itu natural. Tidak ada paksaan dalam memeluk (sebuah) agama. Sebab, keterpaksaan akan memalingkan tujuan menuju akar yang telah dihujamkan-Nya. Setiap peniti jalan kebenaran, akan menemukan ketersingkapan seluruh keanggunan dan sejuta makna yang terpancar dari akar.
Saat tahapan di lembah pencarian atau “talab”, setiap manusia akan menemukan kepuasan hati dan ketakjuban. Kepuasan itu didapatkan melalui gelombang dan badai yang mengitarinya. Dalam gelombang kehidupan menuju-Nya, laksana kondisi seseorang dalam berpuasa. Pada hari pertama, sulit; pada hari kedua, keasyikan mulai terasa; dan hari berikut-berikutnya terasa ringan dan membuat jiwa tenang lagi tentram. Begitulah, perjalanan menuju Sang Khaliq.
Gelombang itu bisa berupa apa saja, termasuk gejolak dunia dan gejolak bumi. Saat manusia mulai ‘melupakan-Nya’ dan melibatkan-Nya dalam segala aktivitas, Tuhan mendatangi secara khusus. “Sesungguhnya Aku untuk kalian secara khusus memberi peringatan yang jelas” (Qs. al-Dzâriyât [51]: 50)). Tatkala Dia datang, dia hanya memberi peringatan, bukan memaksa—walau Dia memiliki kemampuan itu. Disinilah hakikat “bersegeralah menuju-Nya” bukan dalam pemaknaan beribadah semalaman suntuk. Dialog indah yang populer dalam Islam, bisa membuat kita merenung atas fenomena berlebih-lebihan dalam beribadah.
Dalam salah satu kunjungan Salman al-Farisi ke rumah Abu Darda, ia mendapati istri Abu Darda bermuka muram dan kusut. Salman bertanya, “ada apa denganmu, sehingga engkau tampak seperti ini”. Istri Abu Darda menjawab, “suamiku, sudah tidak menginginkan dunia sama sekali…, siang hari ia berpuasa dan sepanjang malam terus menunaikan salat”.
Tidak berselang lama, Abu Darda menjumpai Salman, seraya menyuguhkan penganan ala kadarnya. “Sila dinikmati. Mohon dimaklumi! Aku sedang berpuasa”, ungkap Abu Darda. Salman pun segera menimpalinya, “mustahil aku sentuh penganan itu kecuali jika engkau mau menikmati bersamaku”. Abu Darda pun turut menyantap secara bersama-sama.
Sampai tibalah malam hari. Tepatnya di sepertiga malam, yang dalam benak kaum Muslimin sebagai waktu indah dalam bermunajat kepada-Nya. Melihat Abu Darda yang bersiap-siap menuju tempat ibadahnya, Salman berucap, “tidurlah dulu”. Lagi-lagi Abu Darda mengurungkan niat, demi menghormati permintaan sahabatnya. Abu Darda tiba-tiba terbangun dari tidurnya, dan segera kembali ingin menunaikan salat. Salman menyuruhnya “tidurlah kembali”.
Di saat menjelang waktu sahur. Barulah Salman membangunkannya. Seraya berkata, “sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atas dirimu. Namun demikian, jiwamu juga memiliki hak. Dan keluargamu pun demikian. Maka, penuhilah kewajibanmu atas semua itu secara seimbang” (Hadis). Inilah yang saya maksud agar dalam proses mendekati-Nya berkembang secara wajar.
Proses berkembang itu akan menjadikan hamba-Nya terbebaskan dari rasa terbebani dalam ibadah dan telah merintis sebuah jalan secara berkala-kala, laksana turunnya wahyu Tuhan ke Nabi Muhammad. Tahapan demi tahapan yang dilalui secara konsisten akan meneguhkan dan mendidik jiwa seorang salik, kemudian akan memperoleh kenikmatan bersama-Nya. Bahkan oleh sebagian peniti jalan berucap, proses ini akan dilalui dengan “semponyongan” tapi akan menjadikan kebetahan berada di jalan-Nya, sebagai kebutuhan yang tak tertahankan. Salik akan melewati dari fase paksa, biasa dan bisa.
Ketiga tahapan itulah yang sedang diajarkan-Nya selama puasa Ramadan. Sampai puncak bisa dan konsisten itulah, kesungguhan akan dibayar oleh-Nya dengan derajat “muttaqîm”. Yang derajat ini tidak semua yang berpuasa bisa mendapatkannya, kecuali bagi mereka yang melebur dan menyeimbangkan satu kewajiban dengan kewajiban lainnya. Peleburan diri pada Ramadan secara bersungguh-sungguh, akan menggiring kepada jalan hakiki: rindu ingin selalu bersama-Nya. Kerinduan yang membuahkan komunikasi transendetal yang aktif, kreatif dan progresif. Dengan begitu, hubungan indah bersama-Nya akan dituai setiap insan.
You may like
-
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
-
Dalam Suasana Lebaran, Bupati Saipul Mbuinga Berkunjung ke Wali Kota Gorontalo
-
THR Anak Tidak Bisa Sembarangan Dipakai Orang Tua, Begini Penjelasan Hukumnya
-
Netanyahu Ajak Pemimpin Dunia Perangi Iran
-
Hangatnya Silaturahmi: Pemda Pohuwato Kunjungi Rujab Wakil Gubernur Gorontalo
-
Tegak Lurus Instruksi Prabowo: Beranikah Polda dan Korem Gorontalo Sikat “Orang Kuat” di Peti Gorontalo
News
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
Published
5 hours agoon
24/03/2026
BOGOR – Upaya renovasi Asrama Mahasiswa Gorontalo di Bogor yang telah diperjuangkan selama tiga tahun terakhir akhirnya menemukan titik terang. Setelah panjangnya birokrasi dan minimnya realisasi dari pemerintah daerah, dua tokoh sukses asal Gorontalo akhirnya turun tangan memberikan bantuan renovasi.
Kepedulian tersebut datang dari kolaborasi dua figur publik asal Gorontalo, yakni dr. Rizal Alaydrus dan Papip Celebes. Sebagai informasi, dr. Rizal Alaydrus merupakan artis sekaligus presenter kondang kelahiran Gorontalo yang populer memandu program televisi Dr. Oz Indonesia, dan kini dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang batu bara. Ia berkolaborasi dengan Papip Celebes, seorang trader sukses asal Gorontalo yang tersohor di dunia trading lewat metode full margin-nya.
Keduanya menyatakan kesiapan untuk menanggung biaya renovasi asrama sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda Gorontalo di tanah rantau.
Sebelumnya, pengelola asrama telah mengajukan berbagai proposal bantuan kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten, namun tak kunjung membuahkan hasil. Peninjauan lapangan bahkan telah dilakukan berkali-kali oleh anggota DPRD hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, melintasi pergantian kepemimpinan gubernur, namun realisasi pembangunan tetap nihil.
Padahal, kondisi fisik bangunan asrama sudah sangat memprihatinkan.
Kerusakan parah terjadi pada atap dan sistem talang air yang tak lagi berfungsi. Mengingat curah hujan di Kota Bogor yang sangat tinggi, kebocoran parah kerap melanda kamar-kamar hunian dan mengganggu kenyamanan belajar para mahasiswa.
Ketua Asrama Mahasiswa Gorontalo, Putra Gorapu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas uluran tangan kedua tokoh tersebut.
”Menurut saya, ini adalah sebuah hadiah bagi kami, mahasiswa Gorontalo yang sedang menempuh pendidikan di Bogor. Berbagai upaya birokrasi telah kami tempuh. Alhamdulillah, para donatur yang kami anggap sebagai kakak ini menaruh kepedulian besar. Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada dr. Rizal Alaydrus dan Papip Celebes. Ini menjadi harapan baru bagi kami untuk memiliki hunian yang lebih layak,” ujar Putra.
Sementara itu, dr. Rizal Alaydrus dan Papip Celebes menegaskan bahwa langkah yang mereka ambil bukan semata-mata demi perbaikan fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
”Jika ada kesempatan berkolaborasi untuk membantu, pasti akan kami perjuangkan. Bagaimana kita bisa berharap mereka kembali berkontribusi bagi daerah jika dalam proses pendidikannya saja mereka kurang mendapat perhatian? Sangat disayangkan ketika aset daerah di luar kota tidak mendapatkan atensi memadai,” ungkap mereka.
Keduanya juga menitipkan pesan moral yang kuat terkait kepedulian sosial. “Kami meyakini bahwa untuk membantu hal-hal mendesak seperti ini, tidak harus menunggu menjadi pejabat. Siapa pun yang memiliki kepedulian dan kemampuan, sudah seharusnya berani mengambil peran,” pungkas mereka.
Atas nama keluarga besar Asrama Mahasiswa Gorontalo, apresiasi tertinggi disampaikan kepada seluruh pihak, khususnya dr. Rizal dan Papip Celebes, yang telah berkontribusi nyata dalam mewujudkan renovasi tersebut.
News
THR Anak Tidak Bisa Sembarangan Dipakai Orang Tua, Begini Penjelasan Hukumnya
Published
1 day agoon
23/03/2026
JAKARTA – Tradisi memberikan “salam tempel” atau Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak saat Idulfitri sering kali menyisakan pertanyaan besar di kalangan orang tua: bolehkah uang tersebut digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau keperluan orang tua sendiri?
Secara prinsip dasar dalam Islam, orang tua memiliki kedudukan istimewa terhadap harta anaknya. Merujuk pada penjelasan dalam literatur fikih yang dirangkum oleh Dr. Raehanul Bahraen, terdapat legitimasi kuat bagi orang tua untuk mengambil manfaat dari harta sang anak. Dasar hukum ini bersumber dari sebuah hadits masyhur yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Ibnu Majah.
« أَنْتَ وَمَالُكَ لأَبِيكَ »
Artinya: “Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Abu Daud no. 3530, Ibnu Majah no. 2291. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Meskipun hadits tersebut memberikan wewenang, para ulama menekankan bahwa pengambilan harta tersebut tidak bersifat mutlak tanpa batas. Terdapat kaidah moral dan hukum yang harus dipenuhi agar tindakan orang tua tidak jatuh pada kezaliman. Dr. Raehanul Bahraen menegaskan bahwa orang tua diperbolehkan mengambil harta anak selama hal itu benar-benar dibutuhkan dan tidak membawa dampak buruk bagi anak.
”Boleh bagi orang tua mengambil harta anaknya baik harta tersebut sedikit atau banyak selama tidak memudharatkan si anak dan orang tua memang butuh terhadap harta tersebut,” tulis Dr. Raehanul Bahraen dalam naskah hukumnya.
Namun, ada tiga batasan krusial yang harus diperhatikan oleh para wali:
1. Tidak merugikan anak atau mengambil barang yang sangat dibutuhkan anak.
2. Tidak mengambil harta tersebut untuk diberikan kepada anak yang lain (harus adil).
3. Pengambilan dilakukan saat orang tua masih hidup dan dalam kondisi membutuhkan.
Melengkapi perspektif ini, laporan dari media nasional seperti Republika dan Kompas sering kali mengingatkan bahwa meskipun secara syariat diperbolehkan, orang tua tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik anak mengenai literasi keuangan. Menggunakan THR anak untuk kepentingan mendesak keluarga memang dibenarkan, namun menyimpannya sebagai tabungan pendidikan masa depan anak jauh lebih utama (afdhal).
Dalam pandangan syariat, ayah atau orang tua bertindak sebagai manajer atas harta anak yang belum baligh. Selama penggunaan uang tersebut bertujuan untuk maslahat atau atas dasar kebutuhan orang tua yang fakir, maka hal itu sah secara hukum.
Pihak otoritas keagamaan senantiasa mengimbau agar para orang tua tetap mengedepankan sifat amanah. Harta yang diberikan kepada anak pada dasarnya adalah hak milik anak, namun syariat memberikan kelonggaran bagi orang tua untuk menikmatinya dalam koridor yang bijaksana dan tidak melampaui batas.
NEWS – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, resmi mengajak komunitas internasional membentuk front global melawan Iran. Seruan ini muncul setelah kedaulatan Israel dihantam gelombang proyektil jarak jauh yang kian masif. Netanyahu menegaskan bahwa Iran kini bukan sekadar masalah regional, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas dunia.
Israel mendesak para pemimpin global untuk berhenti bersikap pasif dan mulai melumpuhkan pengaruh militer Teheran secara konkret.
Di tengah situasi eksistensial ini, Netanyahu menyatakan keterbukaan terhadap sokongan internasional.
”Bantuan apa pun akan kami terima,” ungkap Benjamin Netanyahu.
Laporan Associated Press (AP) dan Reuters mencatat sedikitnya 400 rudal balistik telah diluncurkan ke arah Israel. Meski sistem Iron Dome berhasil mencegat sebagian besar proyektil, dampak serangan di wilayah selatan tetap memicu kerusakan infrastruktur yang signifikan.
”Ini adalah malam yang sulit bagi Israel,” tutur Netanyahu menanggapi rentetan serangan tersebut.
Sementara itu, CNN dan The Guardian melaporkan bahwa meski Amerika Serikat mendukung pertahanan Israel, Washington tetap mendorong “penahanan diri yang bijaksana” untuk mencegah perang regional total. Namun, Netanyahu bersikeras bahwa Israel akan memegang kendali penuh atas langkah militernya tanpa harus menunggu arahan pihak luar.
”Saya ingin memperjelas: kami akan membuat keputusan sendiri. Negara Israel akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membela diri,” tegas Netanyahu di hadapan kabinet perangnya.
Saat ini, sebagian besar negara G7 masih mengandalkan sanksi ekonomi, sementara Israel memperingatkan bahwa waktu diplomasi dengan Teheran hampir habis.
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
Dalam Suasana Lebaran, Bupati Saipul Mbuinga Berkunjung ke Wali Kota Gorontalo
THR Anak Tidak Bisa Sembarangan Dipakai Orang Tua, Begini Penjelasan Hukumnya
Netanyahu Ajak Pemimpin Dunia Perangi Iran
Hangatnya Silaturahmi: Pemda Pohuwato Kunjungi Rujab Wakil Gubernur Gorontalo
Tak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
Namanya Dicatut Media, Wakil Dewan Pengawas KUD Dharma Tani Angkat Bicara
Tujuan Mulia Tersandung Kritik, MBG Gorontalo Ramai Dikeluhkan di Medsos
Dari Popayato Barat, Pemkab Pohuwato Awali Safari Ramadan 1447 H
Kebersamaan di Bulan Suci: Pemkab Pohuwato Gelar Buka Puasa di Wanggarasi
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Advertorial3 months agoBukan Sekadar Imbauan! Wali Kota Gorontalo Tegas Larang Petasan di Malam Tahun Baru
-
Advertorial1 month agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo2 months agoAnggaran Menyusut, BLT Desa Duano Ikut Terpangkas
-
Gorontalo2 months agoJanji Potong Jari Berbuah Nyata? Ka Kuhu Ditetapkan Tersangka
-
kabupaten pohuwato2 months agoDiduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan Bangunan Asrama Santri di Popayato Barat
-
Gorontalo2 months agoKlarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
-
Gorontalo3 months agoHeboh di Pohuwato! Kasus Dugaan Penganiayaan di Salon Kini Ditangani Polisi
-
Gorontalo2 weeks agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
