Politik
Penghujung Ramadam Gerindra Pohuwato Gelar Bukber Bersama Kader
Published
3 years agoon
POHUWATO – Mempererat silaturahmi antar kader, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Pohuwato melakukan acara buka puasa bersama di Sekretariat DPC, Selasa 18 April 2024.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPC Gerindra Pohuwato, Saipul A. Mbuinga yang juga menjabat sebagai Bupati Pohuwato saat ini. Pada kesempatan itu, Saipul A. Mbuinga menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini diadakan untuk memperkuat tali persaudaraan antar pengurus Partai Gerindra Se-Pohuwato.
“Kegiatan bukber puasa Ramadhan ini bertujuan untuk memperat silaturahmi sesama kader, baik tingkat ranting dan pimpinan anak cabang, dan Dewan Pimpinan Cabang Gerindra se-Pohuwato,” ujarnya.
Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh Partai Gerindra, seperti Koordinator Dewan Penasehat Partai Gerindra, Yusuf Giasi, Anggota DPRD Fraksi Gerindra, Nirwan Due yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD, Wawan Hatama Ketua Fraksi Gerindra, dan Suryaharto Polumulo anggota Fraksi DPRD Pohuwato.
You may like
-
Kabar Duka: Bupati Saipul Mbuinga Lepas Jenazah KH. Fahri Djafar ke Peristirahatan Terakhir
-
Dalam Suasana Lebaran, Bupati Saipul Mbuinga Berkunjung ke Wali Kota Gorontalo
-
Hangatnya Silaturahmi: Pemda Pohuwato Kunjungi Rujab Wakil Gubernur Gorontalo
-
Rp43 Miliar Dipertahankan, Pembangunan Kantor Bupati Pohuwato Aman dari Efisiensi
-
Akhirnya! Pohuwato Jadi Lokasi Pertama Pembangunan Bapas di Gorontalo
-
Tak Sekadar Slogan, Ini Makna Gerbang SIAAP bagi Pembangunan Pohuwato
News
KPK Ungkap Dana Korupsi Kerap Mengalir ke Wanita Simpanan. Biasanya yang Bening-Bening
Published
20 hours agoon
17/04/2026
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membeberkan fakta mengejutkan terkait ke mana bermuaranya uang haram hasil korupsi. Bukan melulu soal investasi aset mewah atau properti, dana miliaran rupiah dari praktik culas ini ternyata kerap mengalir deras ke kantong wanita simpanan.
Fakta mencengangkan ini dibongkar dalam acara Sosialisasi Penguatan Integritas dan Praktik Anti Korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (16/4/2026).
Hakim Yustisial KPK, Ibnu Basuki Widodo, menjelaskan bahwa kejahatan kerah putih ini selalu berkaitan erat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
”Kalau ada korupsi muncul, maka akan muncul TPPU, biasanya seperti itu,” kata Ibnu.
Menurut Ibnu, manuver para koruptor dalam menyembunyikan hartanya sering kali berujung pada penyamaran aset yang melibatkan pihak ketiga.
Terkait proses hukumnya, pengusutan kasus korupsi dan pencucian uang bisa berjalan beriringan maupun terpisah, bergantung pada kelengkapan bukti yang dikantongi penyidik.
”Bisa bersama-sama, bisa sesudahnya. Kalau bersama-sama komplit buktinya, kalau sendiri-sendiri biasanya menyelesaikan tindak pidana pokoknya dulu, setelah itu TPPU muncul,” ujar Ibnu.
Proses penyamaran aset inilah yang kemudian kerap membuka tabir gelap kehidupan pribadi para pejabat nakal. Uang hasil merampok hak rakyat sering digunakan untuk memanjakan pasangan gelap mereka. Fakta di lapangan menunjukkan tingginya dominasi pria dalam kasus rasuah yang juga beririsan dengan motif asmara terlarang.
”Pelaku korupsi 81 persennya laki-laki, biasanya cari yang bening-bening, tapi betul itu adanya, ratusan juta rupiah dikucurkan ke cewek itu.” terang Ibnu.
Ia juga menambahkan bahwa sang wanita, secara hukum, berstatus sebagai pihak yang turut melanggengkan pencucian uang secara pasif.
”Itu salah satu TPPU pertama yang koruptor lakukan sebagai pelaku pasif, menerima, menyimpan terhadap suatu hasil tindak pidana korupsi,” ucap Ibnu.
Lebih jauh, Ibnu membedah bagaimana korupsi dan perselingkuhan layaknya lingkaran setan yang saling memicu. Tuntutan gaya hidup untuk membiayai pasangan gelap dapat mendorong seseorang menggarong uang negara, begitu pun sebaliknya. Kekayaan instan hasil korupsi kerap menjadi pembuka jalan menuju perselingkuhan.
”Perselingkuhan itu muncul karena korupsi, itu salah satunya.” tegas Ibnu. Ia memaparkan lebih lanjut, “Bisa korupsi dahulu kemudian terjadi perselingkuhan, bisa selingkuh menjadi korupsi,” ungkap Ibnu.
Pada acara yang sama, Ibnu juga memberikan peringatan keras soal dampak makro dari praktik kotor ini. Selain menimbulkan kerugian keuangan negara secara langsung, korupsi yang dibiarkan akan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan. Pada gilirannya, hal ini memicu ketidakstabilan sosial dan menjadi ancaman terbesar bagi agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
News
Harga Plastik Meroket, Puan Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Daun
Published
2 days agoon
16/04/2026
Jakarta – Meroketnya harga kemasan plastik hingga menyentuh persentase 30 sampai 80 persen sejak awal tahun 2026 rupanya memukul telak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kondisi ini paling dirasakan dampaknya oleh pedagang di sektor makanan dan minuman. Merespons jeritan para pedagang, yang juga banyak dilaporkan oleh berbagai media massa tepercaya tentang menipisnya margin keuntungan pengusaha warteg dan pedagang kue, Ketua DPR RI Puan Maharani menawarkan sebuah jalan keluar yang solutif.
Menurut Puan, kesulitan ekonomi akibat membengkaknya ongkos produksi ini sejatinya bisa diatasi dengan kembali melirik warisan kearifan lokal Nusantara. Ia mengusulkan agar para pelaku usaha mulai mempertimbangkan penggunaan bahan alami organik sebagai substitusi plastik yang makin menguras kantong.
“Harga plastik yang melonjak dan pasokan yang mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil semakin kesulitan dari sisi ekonomi. Di pendahulu kita dulu, penggunaan kemasan dari bahan alami seperti daun menjadi alternatif utama. Pedagang makanan atau pangan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya.
Penggunaan dedaunan, seperti daun pisang maupun daun jati, sebagai wadah makanan sebenarnya sudah mengakar kuat dalam tradisi kuliner tanah air. Tradisi ini masih lestari pada hidangan seperti nasi liwet, gudeg, hingga lemper di berbagai daerah. Pembungkus alami ini tidak sekadar menekan biaya operasional, namun juga diyakini mampu mempertahankan kualitas cita rasa serta memberikan sentuhan aroma khas yang justru meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.
Lebih jauh, Ketua DPR ini memandang bahwa transisi menuju kemasan organik membawa nilai tambah yang melampaui sekadar urusan efisiensi dagang.
“Kemasan organik yang sarat terhadap kearifan lokal juga merupakan inovasi ekonomi kreatif. Selain mendukung warisan budaya Indonesia, kita juga turut mengkampanyekan gerakan ramah lingkungan,” tuturnya.
Gagasan ini juga selaras dengan misi global dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Mengutip pemaparan United Nations Environment Programme (UNEP) yang datanya juga kerap digaungkan oleh berbagai pemerhati lingkungan, ekosistem perairan dunia kini tengah berada dalam fase darurat. Setiap tahunnya, ada sekitar 19 hingga 23 juta ton limbah plastik yang mencekik lautan. Estimasinya, tak kurang dari 2.000 truk sampah plastik mencemari sungai, danau, dan laut setiap harinya.
Meski menyadari bahwa merubah pola konsumsi masyarakat dari kepraktisan plastik bukanlah hal yang bisa terjadi secara instan, Puan optimistis langkah kecil bisa menjadi permulaan yang apik. Hal ini bisa dimulai dari mengurangi pemakaian wadah sekali pakai bagi pembeli yang makan di tempat. Namun, ekosistem pendukung tetap mutlak diperlukan.
“Pada dasarnya masyarakat akan menyesuaikan kebiasaan yang ada. Apabila sistemnya mendukung, saya yakin bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai,” ungkap Puan.
Sebagai penutup, ia mendesak adanya sinergi antar pemangku kebijakan, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Ekonomi Kreatif, guna menjamin ketersediaan bahan baku organik yang terjangkau dan menciptakan regulasi yang suportif.
“Pemerintah perlu memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha dan konsumen terhadap alternatif kemasan. DPR akan terus melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya,” pungkas Puan.
News
Lowongan Kerja 30 Ribu Manejer Kopdes. Lolos Langsung Jadi Pegawai BUMN
Published
2 days agoon
16/04/2026
Jakarta – Kabar gembira bagi para pencari kerja di seluruh penjuru Tanah Air. Pemerintah Indonesia secara resmi telah meluncurkan rekrutmen nasional besar-besaran untuk mengisi pos manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta formasi pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Langkah masif ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut membeberkan bahwa para kandidat yang berhasil lolos seleksi tidak hanya akan mengabdi di desa, melainkan secara resmi diangkat sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berdasarkan data terpercaya dari pemberitaan media nasional lainnya, para peserta yang tembus akan dikontrak dalam skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara. Kuotanya pun tak main-main, mencapai 30.000 posisi untuk Manajer Kopdes dan 5.476 untuk Kampung Nelayan.
“Pendaftaran dibuka mulai hari ini. Jadi tolong disampaikan secara terbuka hari ini tanggal 15 April 2026 hingga 24 April 2026,” tegas Zulhas saat memimpin rapat di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran sepenuhnya dilakukan secara daring. Berdasarkan rilis resmi dari akun Instagram Kementerian Koperasi (@kemenkop), formulir pendaftaran bisa diakses melalui tautan phtc.panselnas.go.id.
Untuk dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini, pemerintah menetapkan sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi oleh para pelamar. Syarat utamanya meliputi batas usia maksimal 35 tahun dan memiliki latar belakang pendidikan minimal Diploma 3 (D3) dari semua jurusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 2,75. Selain itu, pelamar juga dituntut untuk menyiapkan berkas administratif seperti KTP Elektronik, ijazah atau SKL asli, transkrip nilai, pas foto berlatar biru, surat keterangan sehat jasmani rohani, serta surat pernyataan bermaterai.
Dalam momen krusial pencarian talenta ini, Menko Zulhas memberikan jaminan penuh bahwa proses rekrutmen akan dilakukan secara bersih, profesional, dan bebas dari praktik nepotisme.
“Jadi, tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang menjamin kelulusan,” janjinya.
Untuk itu, ia memberikan peringatan keras kepada publik agar tidak mudah tergiur oleh oknum-oknum yang menawarkan “jalan pintas” dengan modus meminta sejumlah uang muka.
“Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong,” tutur Zulhas mengingatkan.
Program Kopdes Merah Putih ini sejatinya telah diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sejak pertengahan 2025 lalu. Tidak sama dengan koperasi biasa yang hanya melayani simpan pinjam, Kopdes Merah Putih memiliki mandat strategis sebagai tulang punggung logistik desa. Setiap cabang diwajibkan untuk mengelola paling tidak tujuh portofolio usaha utama, mencakup apotek, gerai sembako, klinik desa, unit simpan pinjam, perkantoran koperasi, sistem rantai dingin (cold storage), dan distribusi logistik.
Menutup keterangannya, Menko Pangan menyuarakan seruan patriotik kepada generasi muda produktif untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas membangun bangsa dari tingkat akar rumput ini.
“Kepada putra-putri terbaik Indonesia, inilah saatnya mengambil bagian nyata. Negara memanggil saudara-saudara sekalian untuk hadir di desa, di kelurahan,” pungkas Zulhas.
Tingkatkan Kualitas Layanan, 44 Nakes Gorontalo Ikuti Pelatihan Perawatan Luka Modern One Emergency
Riset Dosen UNG Tembus Jurnal Scopus Q1 Bahas Tantangan Penerjemah di Era AI
Kabar Duka dari Sipatana! Satu dari Dua Bocah yang Terseret Arus Sungai Bone Ditemukan Meninggal
KPK Ungkap Dana Korupsi Kerap Mengalir ke Wanita Simpanan. Biasanya yang Bening-Bening
Siap-siap! Menteri Bahlil Beri Sinyal Harga Pertamax Cs Bakal Segera Disesuaikan
Viral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
Meresahkan Pelanggan! Paket Ditahan Berhari-hari, Layanan Shopee Express Kembali Disorot Tajam
Sikat Pungli: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Oknum AH Terkait Pungutan UMKM
Tuntut Transparansi: Massa Desak Inspektorat Tak “Main Mata” dalam Kasus Mafia Obat
Tidak Diperhatikan Pemda Selama Beberapa Tahun, dr. Rizal Alaydrus & Papip Celebes Akhirnnya Turun Tangan Renovasi Asrama Bogor
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Advertorial2 months agoTertib Administrasi! Pemkab Pohuwato Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan
-
Gorontalo3 months agoKlarifikasi Penting! UNG Tegaskan Penelitian Mikroplastik Tak Ganggu Nelayan Torosiaje
-
Gorontalo1 month agoTak Tinggal Diam! Dugaan Pelecehan dan Pelanggaran Kerja Alfamidi Dilaporkan ke Disnaker
-
Gorontalo2 months agoTak Sekadar Rayakan HUT, Gerindra Gorontalo Ulurkan Kasih untuk Anak Yatim dan Piatu
-
Gorontalo3 months agoGeram Kerusakan Alam! Pemuda Muhammadiyah Layangkan Protes Hukum ke Pemerintah
-
Bone Bolango2 months agoPemuda Bergerak: Karang Taruna Patriot Bilungala Kukuhkan Silaturahmi
-
News3 months agoBahlil: Saya Menteri Gagal Kalau Saudara Kita di Desa Belum Menikmati Listrik
-
Gorontalo2 weeks agoViral di Medsos: Dalih Tugas Intelijen, Oknum Polisi Pohuwato Pamer Transaksi Emas Miliaran
