Connect with us

News

Sosialisasi di Lokotoy, Tuty Hamid Janji Bayar Lahan Warga yang Digusur Pemerintah

Published

on

BALUT-Kasus pembebasan lahan masyarakat untuk pelebaran jalan dan pembangunan jalur dua di Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Sulteng, beberapa tahun silam, mengemuka dalam sosialisasi calon bupati dan wakil bupati Balut Tuty Hamid-Richard Manuas di Lokotoy tadi malam (18/8).

Bakal Calon Bupati Balut Tuty Hamid saat menyampaikan orasi politik mengaku akan membayar kerugian masyarakat jika terpilih bupati. Perempuan yang kini masih menjabat sebagai wakil bupati Balut itu menyebut ada perampasan hak-hak warga pada proses pembebasan lahan masyarakat waktu itu. Sehingga di hadapan masyarakat yang hadir, dirinya mengaku siap mengganti kerugian yang dialami warga.

Menurut Tuty ada cara yang bisa ditempuh agar hak-hak masyarakat itu bisa ditunaikan.

“Saya akan ganti kerugian masyarakat jika saya terpilih sebagai bupati nanti. Catat kata-kata saya,” ujar Tuty

Di kesempatan itu juga Tuty mengatakan bahwa, selama menjabat wakil bupati dirinya kurang dilibatkan utamanya dalam kebijakan-kebijakan penting daerah.

Hadir dalam sosialisasi Ketua Tim Pemenangan pasangan Tuty-Richard, Moh. Tanjung Pawara, Sekretaris DPC Demokrat Balut Patwan Kuba, serta Ketua DPD Partai PPP Balut Kasim Hamid. Sosialisasi itu juga dipadati masyarakat dan sejumlah simpatisan.

Gorontalo

Penuhi Nazar, Mahasiswa UNG Jalan Kaki 62 Km ke Kampung Usai Diwisuda

Published

on

Chairul Ma'atini | Foto Istimewa

GORONTALO-Meski berat, nazar tetaplah nazar yang harus dijalankan. Seperti Chairul Ma’atini, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo yang nekat pulang kampung dengan jalan kaki sejauh 62 Kilometer.

Desa Gandaria, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo merupakan kampung tempat kelahiran mahasiswa program studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi ini. Ia memulai aksinya setelah selesai mengikuti prosesi wisuda Sabtu (20/10/2020). Tanpa pikir panjang dan beban, Chairul mengambil titik awal di depan kos tempat tinggalnya di kompleks SMP 2 Kota Gorontalo untuk memulai aksinya.

Pakaian khas wisudawan dan lengkap dengan toga menemani perjalanannya seorang diri.

“Habis sholat subuh saya berangkat,” kata Chairul saat di wawancara melalui sambungan telepon.

Tanpa ada pengawalan khusus dengan gembiranya ia menapaki jalan yang beraspal. Hal itu ia lakukan sebagai wujud syukur atas upaya yang dilakukannya setelah menimbah ilmu di kampus merah maron.

Chairul kelahiran Gorontalo 28 Oktober 1994 yang merupakan anak dari pasangan Fredi Ma’atini dan Hapsa Ibrahim memulai kuliahnya pada tahun 2013 di UNG. Dirinya mengikuti semua proses di dalam kampus hingga mengantarkannya pada gelar sarjana yang ia idam idamkan setelah lulus dari bangku sekolah.

“Ucapan terimakasih saya sampaikan ke Rektor, Dekan dan terutama orang tua, dosen pembimbing dan penguji yang telah mensuport untuk penyelesaian Studi ini” ungkapnya.

Continue Reading

Gorontalo

Satu Jam Terjebak Badai, 7 Nelayan Berhasil Diselamatkan BASARNAS

Published

on

Foto BASARNAS

GORONTALO- Kecelakaan kapal laut terjadi di Perairan Sulawesi, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (18/10/2020). Kapal bagan yang ditumpangi 7 orang Nelayan tersebut diduga terhempas badai saat beroperasi dan tenggelam.

Sebelumnya Tim Siaga Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menerima info dari Kapten KN SAR Samba di mana  telah terjadi kecelakaan kapal perahu bagan pada pukul 13.00 WITA. Saat itu diinformasikan telah terjadi badai yang mengakibatkan beberapa kapal nelayan terpaksa berlindung di pulau – pulau terdekat. Namun salah satu perahu tidak sempat berlindung sehingga terjebak ditengah badai. Bahkan 1 perahu katintin milik bagan tersebut hanyut. Melihat situasi dan kondisi cuaca yang semakin memburuk, Rano selaku pemilik bagan segera melaporkan kejadian kepada awak kapal dan diterima langsung oleh Kapten KN SAR Samba. Menerima laporan, pada pukul 14.10 WITA Tim BASARNAS Gorontalo segera menerjunkan 8 orang tim ke lokasi kejadian.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit dengan ketinggian ombak 1 – 2 Meter Tim Sar akhirnya menemukan para korban dalam kondisi terombang ambing. Proses evakuasi sempat terhambat di karenakan para korban enggan untuk dievakuasi ke RIB.

Setelah melakukan negosiasi kurang lebih 30 menit akhirnya 7 orang korban sepakat untuk meminta Tim Basarnas memantau pergerakan bagan agar bisa sampai ke pelabuhan Kwandang.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan I Made Junetra S.H yang di korfirmasi terkait musibah ini membenarkan Hal Tersebut.

“Memang betul telah terjadi kondisi membahayakan manusia di perairan Laut Sulawesi bagian utara. Awalnya mereka enggan untuk di evakuasi ke RIB, oleh sebab itu tim segera melakukan negosiasi dengan para korban mengingat cuaca yang semakin memburuk,” ujar I Made Junetra.

Dirinya juga mengungkapkan, untuk sementara tim di lapangan serta 7 korban sudah dalam perjalanan ke dermaga kwandang dengan estimasi kurang lebih 3-4 jam untuk bisa tiba di lokasi pelabuhan di karenakan cuaca yang kurang bersahabat mengakibatkan tim tidak bisa memacu kecepatan. Dengan ditemukannya ke 7 korban maka operasi SAR dinyatakan ditutup.

Continue Reading

Gorontalo

Jurnalis Gorontalo Kecam Tindakan Intimidasi Wartawan

Published

on

Insan pers se Gorontalo hari ini (15/10) turun kejalan melakukan aksi. Mereka mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi aparat. | Foto Wawan Noho

GORONTALO-Insan pers se Gorontalo hari ini (15/10) turun kejalan melakukan aksi. Mereka mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi aparat
Kepolisian kepada sejumlah wartawan saat peliputan UU cipta kerja beberapa hari yang lalu.

Wartawan bahkan akan melakukan boikot terhadap pemberitaan dari Polda Gorontalo.

“Keputusan ini akan terus kita lakukan sampai permintaan kita diindahkan oleh pihak Polda,” ujar koordinator aksi Helmi Rasyid dalam orasinya di depan pintu masuk Mapolda Gorontalo.

Sebagai bentuk kekecewaan para jurnalis, mereka juga menaburkan bunga di depan Mapolda Gorontalo, mereka menilai demokrasi hari ini telah mati karena ulah oknum oknum penegak hukum yang tidak paham akan UU pers Nomor 40 tahun 1999. Masa juga turut memberikan bingkisan kepada Kapolda Gorontalo Berupa buku saku UU pers.

Tak hanya itu saja para jurnalis Yang melakukan aksi damai meminta kepada Kapolda untuk mengganti kabid Humas polda Gorontalo dengan yang baru.

“Kami Telepon tidak diangkat, di WA hanya diread. Setelah berita naik dibilang hoaks. Ada apa ini” Tegas salah satu orator aksi.

Seusai melakukan aksi di depan Mapolda masa kembali melanjutkan orasinya di bundaran HI Kota Gorontalo.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler