Connect with us

Tekno & Sains

Inilah Fitur Menarik Realme C30S yang Ramah di Kantong

Published

on

Ilustrasi ponsel Realme (Sumber gambar: https://unsplash.com/photos/CUBGaL-xYEI?utm_source=unsplash&utm_medium=referral&utm_content=view-photo-on-unsplash&utm_campaign=unsplash-ios)

Pada bulan September 2022 silam, produsen Realme telah meluncurkan ponsel dari seri C yang dikenal dengan model Realme C30s. Pendahulunya yang berasal dari seri serupa, Realme C30 sendiri telah terjual di pasaran sejak beberapa bulan sebelumnya.

Dengan harga jual yang hanya berkisar Rp1 jutaan saja, bisa dilihat bahwa ponsel ini termasuk dalam kategori entry level. Spesifikasi produk entry level memang seadanya sesuai harga yang dibanderol untuk produk, tetapi fakta itu tidak membuat Realme C30s hadir tanpa tambahan fitur yang menarik.

Fitur Menarik Realme C30S

Realme C30s terbilang sebagai ponsel kelas entry level mengingat harganya yang sangat ramah di kantong. Meskipun ponsel entry level juga punya spesifikasi yang terbilang seadanya, ponsel ini masih memiliki nilai jual berkat fitur menarik yang tersemat di dalamnya.

1.     Layar Lebar dan Tampilan yang Memanjakan Mata

Realme C30s merupakan opsi untuk Anda yang menginginkan dengan visual layar luas, tetapi dengan harga yang ramah di kantong. Dengan desain waterdrop notch dan bezel yang tipis di sisi kanan dan kiri ponsel, Anda bisa menikmati tampilan yang lapang.

Tidak hanya punya tampilan selebar 6,5 inci, Anda juga bisa menonton berbagai konten visual dengan puas berkat kapasitas 16,7 juta warna yang disediakan oleh produsen ponsel ini. Belum lagi dengan panel IPS LCD dan resolusi HD plus alias 720 x 1600 piksel yang ditawarkan.

2.     Sensor Pemindai Sidik Jari

Mayoritas ponsel yang berada di kelas entry level tidak menyematkan fitur pemindaian sidik jari dalam bodi ponselnya. Namun, Anda bisa merasakan fitur tersebut pada ponsel seharga Rp1 jutaan ini.

Yang lebih menarik lagi adalah fitur ini berada di bagian samping dan menyatu dengan tombol daya sehingga tampilan bodi belakang ponsel menjadi lebih rapi. Selain itu, meskipun memiliki area pemindaian yang jauh lebih kecil dari merek lain di kelas yang sama, hal ini tidak memberikan kendala berarti karena Anda tetap bisa membuka kunci layar dengan cepat.

3.     Jepretan Kamera yang Lebih Baik Dibandingkan Pesaing

Meskipun hanya menghadirkan satu kamera belakang dengan resolusi 8 MP, ponsel yang satu ini menyematkan banyak fungsi fotografi dengan berbagai fitur. Pada kamera belakang, Anda bisa menggunakan fitur beauty, filter, HDR, panorama, portrait, selang waktu, expert, hingga super night.

Sementara itu, pada kamera depan untuk swafoto yang beresolusi 5 MP telah disematkan pula fitur fotografi seperti beauty, filter, serta HDR. Anda bisa merekam video dengan resolusi 1080p di kecepatan 30 fps pada kamera belakang dan 720p di kecepatan 30 fps pada kamera depan.

4.     Baterai Besar dengan Kapasitas 5000 mAh

Baterai dengan kapasitas mumpuni merupakan salah satu hal yang bisa Anda andalkan dari ponsel di kelas entry level. Seperti halnya ponsel lain di kelas yang sama, ponsel Realme C30s ini memiliki kapasitas baterai standar yang ada di industri smartphone yakni 5000 mAh.

Ponsel ini juga diasumsikan dapat bertahan selama lebih dari 4 jam jika digunakan untuk bermain gim. Anda perlu menghabiskan waktu lebih dari dua jam jika ingin mengisi daya ponsel hingga penuh.

Itulah beberapa fitur menarik yang bisa Anda dapatkan dari HP Android realme c30s yang bisa Anda beli di gerai ponsel konvensional atau melalui authorized online merchant yang ada di marketplace ternama seperti Blibli. Meskipun bukan keluaran terbaru dari jenama Realme, ponsel ini sudah membuktikan kualitasnya dengan performa mumpuni di kelasnya.

Di Blibli, Anda bisa mendapatkan ponsel Realme C30s dengan harga yang bersaing dengan di gerai konvensional dan kualitas yang orisinal. Anda juga bisa berkesempatan mendapatkan penawaran menarik seperti promo potongan harga, diskon gratis ongkos kirim, hingga pilihan jasa pengiriman super cepat yang bisa Anda sesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan belanja Anda.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daerah

Masyarakat Apresiasi Peran Adhan Dambea dalam Mendukung Program Kampung Nelayan Presiden di Leato Selatan

Published

on

Gorontalo – Masyarakat Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, menyambut antusias kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda peresmian Program Kampung Nelayan di wilayah tersebut.

Program pemerintah pusat itu dinilai menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang selama ini membutuhkan penataan kawasan dan dukungan peningkatan kesejahteraan.

Ketua KDMP Kelurahan Leato Selatan, Abdurrahman Lamusu, menyampaikan apresiasi kepada Adhan Dambea yang dinilai aktif mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program tersebut di Kota Gorontalo.

“Kami masyarakat Leato Selatan menyampaikan terima kasih kepada Pak Adhan Dambea yang terus memberi dukungan terhadap pelaksanaan Program Kampung Nelayan ini. Kehadiran Presiden Prabowo meresmikan langsung program ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kami,” ujar Abdurrahman Lamusu.

Menurutnya, Program Kampung Nelayan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir, baik dari sisi penataan lingkungan, aktivitas ekonomi nelayan, maupun kualitas hidup warga sekitar.

Peresmian langsung oleh Presiden juga dinilai menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat nelayan di daerah, khususnya di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo.

Continue Reading

News

Siap-siap! Menteri Bahlil Beri Sinyal Harga Pertamax Cs Bakal Segera Disesuaikan

Published

on

NEWS – Masyarakat kini tengah harap-harap cemas menanti nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Pasalnya, sejak tanggal 1 April 2026 lalu, pemerintah mengambil langkah berani untuk menahan harga berbagai jenis BBM komersial seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Dexlite (CN 51), hingga Pertamina Dex (CN 53), meskipun tren harga minyak mentah global sedang meroket tak terkendali.

​Berdasarkan analisis dan data dari berbagai media ekonomi terkemuka, lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional saat ini sangat dipengaruhi oleh memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan ganda bagi badan usaha penyalur BBM dalam menghitung beban keekonomian harga jual mereka.

​Merespons polemik ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara. Ia menekankan bahwa regulasi yang mengatur tentang harga BBM komersial sejatinya sangat jelas dan selalu berpatokan pada pergerakan pasar.
​”Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu kan sudah dijelaskan bahwa terkait dengan BBM non-subsidi itu diikuti dengan harga pasar,” tegas Bahlil saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).

​Menghadapi tekanan pasar yang berat, pemerintah rupanya tidak tinggal diam. Bahlil mengungkapkan bahwa serangkaian konsolidasi tingkat tinggi dengan PT Pertamina (Persero) maupun perusahaan pengelola SPBU swasta sedang intens dilakukan. Hasil dari pertemuan tersebut tampaknya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
​”Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM non-subsidi itu kan berdasarkan harga pasar. Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, sudah hampir selesai lah ya. Tunggu saja,” ujarnya memberikan sinyal.

​Meski demikian, Bahlil masih enggan merinci kapan kepastian “keran” harga pasar ini akan kembali dilepas. Ia hanya menyoroti bahwa lonjakan tak terduga di tingkat global memaksa negara untuk meramu kalkulasi ulang yang matang sebelum mengambil kebijakan final.
​”Itu dihitung secara penyesuaian. Kan negara juga harus melakukan penyesuaian. Kemarin kan harganya itu tiba-tiba pummm. Nah kita lakukan penyesuaian,” tuturnya.

​Kini, publik dan para pelaku usaha hanya bisa menunggu instruksi resmi dari pemerintah. Tak hanya Pertamina, langkah penahanan harga ini secara serentak juga diikuti oleh seluruh SPBU swasta di Tanah Air, yang biasanya selalu disiplin melakukan koreksi harga di setiap awal pergantian bulan.

Continue Reading

News

Mendikdasmen Sebut Banyak Legislator Alumni Paket C

Published

on

PKBM disebut semakin strategis sebagai jalur pendidikan kesetaraan, setelah Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkap banyak anggota DPR yang ternyata lulusan Paket C dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi salah satu kunci pemerintah untuk menurunkan angka putus sekolah di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa jalur kesetaraan, khususnya Paket C yang setara SMA, telah melahirkan banyak figur publik, termasuk anggota legislatif di Senayan. Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pernyataannya memicu tawa para anggota dewan yang hadir.

“Banyak anggota dewan yang juga lulusan Paket C,” kata Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa peserta pendidikan kesetaraan di berbagai PKBM didominasi oleh peserta Paket C, menunjukkan bahwa jalur ini menjadi pilihan realistis bagi mereka yang tidak bisa mengakses sekolah formal. Pernyataan itu sekaligus ingin menghapus stigma negatif terhadap pendidikan kesetaraan dan menunjukkan bahwa lulusan Paket C dapat berkompetisi hingga ke lembaga legislatif nasional.

Paket C adalah program pendidikan kesetaraan setara SMA bagi warga yang tidak menyelesaikan pendidikan formal, yang diselenggarakan melalui PKBM dan satuan pendidikan nonformal lain. Menurut Abdul Mu’ti, penguatan PKBM merupakan strategi penting untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini tersisih dari jalur sekolah reguler. Ia menyampaikan penjelasan ini saat menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, yang menyoroti perlunya perluasan akses pendidikan bagi kelompok yang sulit dijangkau sistem formal.

Abdul Mu’ti juga bercerita tentang kunjungannya ke salah satu PKBM di Majalengka, Jawa Barat, yang mampu menampung lebih dari 300 peserta didik. Mayoritas peserta di PKBM tersebut mengambil program Paket C, yang menurutnya menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan setara SMA di luar sekolah formal.

“Saya baru pulang dari Majalengka, ada PKBM yang dikelola oleh temannya Pak Lalu. Ternyata sampai ratusan, 300-an lebih. Dan yang paling banyak itu Paket C,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penataan kelulusan di pendidikan kesetaraan agar sesuai jenjang dan tidak terjadi praktik kelulusan yang melompati tahap.

“Paket C lulus dulu, Paket B menyusul. Itu tidak boleh terjadi lagi,” ujar Mu’ti yang menekankan pentingnya kelulusan sesuai jenjang.

Abdul Mu’ti menyoroti bahwa angka anak tidak sekolah di Indonesia masih tergolong tinggi. Menurutnya, faktor penyebab putus sekolah bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga faktor kultural dan geografis. Ia mencontohkan pernikahan usia dini dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah tertentu sebagai hambatan yang sering dihadapi masyarakat.

“Angka tidak sekolah kita cukup tinggi, dan sebagiannya itu bukan semata-mata karena ekonomi, tapi sebagian karena alasan kultural, misalnya menikah di usia muda, atau karena geografi,” ungkap Abdul Mu’ti.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka putus sekolah masih terjadi di berbagai jenjang, terutama di tingkat SMP dan SMA/sederajat, meskipun tren jangka panjangnya cenderung menurun beberapa tahun terakhir. Media nasional lain juga mencatat bahwa pendidikan kesetaraan, termasuk Paket A, B, dan C, menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target peningkatan rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia.

Untuk menjawab berbagai persoalan akses pendidikan tersebut, pemerintah berencana memperluas dan memperkuat PKBM, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Abdul Mu’ti menyebut bahwa masalah pendidikan anak Indonesia di luar negeri tidak hanya dialami anak pekerja migran, tetapi juga anak-anak diplomat dan warga negara Indonesia lain yang tinggal di luar negeri.

Ia menegaskan bahwa peserta didik pendidikan kesetaraan melalui PKBM berhak mendapatkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebagaimana peserta didik di satuan pendidikan lain. Penguatan tata kelola, pendanaan, dan pengawasan PKBM disebut penting agar kualitas pendidikan kesetaraan terjaga dan lulusannya diakui setara dengan pendidikan formal.

Mu’ti juga menilai bahwa keberhasilan alumni Paket C yang kini duduk sebagai anggota legislatif bisa menjadi contoh bahwa jalur pendidikan kesetaraan bukan “jalan belakang”, melainkan bagian sah dari sistem pendidikan nasional. Media seperti Tempo dan berbagai portal berita nasional lainnya menyoroti pernyataannya sebagai penegasan bahwa lulusan PKBM dan Paket C dapat berkontribusi di ruang publik dan politik nasional.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler