Gorontalo
Penyelenggara Pemilu Dikadali Caleg
Published
2 years agoon
Gorontalo – Seorang caleg justru dengan begitu cerdas mengerjai para penyelenggara pemilu, yaitu para anggota KPU dan BAWASLU di tingkat Kabupaten dimana kedua anggota institusi itu tidak merasa dikerjai. Keluarlah si caleg tersebut sebagai jawara di Pemilu sekaligus jawara di hati orang kebanyakan. KPU dan BAWASLU tingkat kabupaten pun secara tak sadar merayakan kemenangan si caleg.
Siapakah caleg yang menyerempet bahaya itu? Namanya Elnino Mohi, caleg DPR RI dari Partai GERINDRA dan apa yang dia lakukan pun nyaris tak tercatat–baik di KPU maupun di Bawaslu.
Sepertinya Elnino Mohi atau tim suksesnya telah melalap berulang-ulang isi undang-undang tentang Pemilu dan “berkampanye” jauh hari sebelum masa kampanye dimulai oleh KPU Daerah dan BAWASLU Daerah.
Masih ingat kasus karikatur Batman? Di masa Pemilu keluarlah gambar karikatur ini. Robin, teman Batman, berkata, “Kalau ngoni tetap ba coblos pa te Elnino, ngoni kita mo tabok,” (tabok = kemplang = paka = pukul sadiki) kata Robin kepada Batman. Lalu Batman menjawab, “Ngana yang kita mo tabok,” sambil memukul Robin. Dalam Pasal UU Tentang Pemilu, oleh Bawaslu karikatus ini mengandung unsur kekerasan dan tidak dibolehkan. Gara-gara karikatur ini, Elnino Mohi sempat di-BAP-kan oleh BAWASLU Provinsi dan sampai sekarang entah bagaimana kelanjutannya. Persoalannya, dengar-dengar nih atau hanya sekadar katanya-katanya, para penyidik dari pihak kepolisian RI dan para penyidik dari kejaksaan RI yang berada di Penegakan Hukum Terpadu (Satuan GAKKUMDU) yang merupakan organ di bawah BAWASLU malah berkata, “Kita harus menginterogasi pelaku dan korban peristiwa ini, yakni Batman dan Robin. Nah, siapa yang bisa mendatangkan dan atau mengundang mereka berdua di sini?”.
Itu pelajaran pertama untuk para anggota KPU Daerah maupun BAWASLU Daerah dan pelajaran itu datang dari seorang caleg.
Pelajaran kedua, Elnino Mohi mengedarkan paket-paket buku kepada ratusan ribu orang. Dalihnya adalah (1) Buku-buku ini dibuat supaya para pemilih memperoleh informasi yang cukup tentang caleg. (2) Buku sebagai media kampanye tidak termasuk dalam jenis atribut kampanye yang disebutkan oleh UU.
Kawan, kita semua termasuk KPU Daerah dan BAWASLU Daerah kembali Elnino Mohi kecoh tanpa perlawanan sama sekali. Cerdik betul timnya.
Saya adalah salah satu penerima buku yang Elnino Mohi edarkan. Buku yang berjudul Laporan Bertanggungjawaban (LPJ) ternyata tidak lebih tebal daripada buku yang bertajuk “ELNINO”, buku yang berisikan cerita tentang Elnino Mohi. Ringkasnya, bagi Elnino, buku profilnya lebih penting daripada buku LPJ-nya. Itu yang pertama. Hal kedua, ternyata kampanye Elnino Mohi bukan pada buku-buku yang berjenis-jenis itu, melainkan pada selembar surat yang tersisip di dalam paket buku ini. Baca ulang suratnya, maka engkau akan menyadari bahwa Elnino Mohi menyapa namamu seakan-akan dia adalah sahabat dekatmu. Dalam hal ini kita harus mengakui bahwa tidak ada caleg yang memiliki Basis-Data (Database) secanggih itu pada zamannya. Hanya Elnino Mohi. The one and only.
Bayangkan saja, dia mengirimkannya sampai kepada bawahan BAWASLU Daerah yang ada di tiap TPS. Apa kata BAWASLU? “Kita sudah periksa dan isinya sudah sesuai peraturan tuh,” kata BAWASLU Boalemo.
Pernah pula Elnino kedapatan bagi-bagi pulsa. Bolehkah? Pastilah tidak boleh menurut BAWASLU. Pihak Elnino Mohi akan berkata, “Yang tidak boleh itu kan bagi-bagi uang atau benda yang tidak dibolehkan. Pulsa tidak termasuk kan…..?” kata timnya kepada wartawan yang pulang sambil terbengong-bengong.
Pelajaran ketiga adalah tim Elnino Mohi selalu selangkah lebih cepat. Mereka berkampanye sebelum masa kampanye diberlakukan. Ketika masa kampanye diberlakukan maka tim Elnino Mohi harus stop berkampanye. Pantas saja Elnino sendiri pernah berkata, “Saya tidak pernah tercatat berkampanye, saya tidak pernah bikin satu pun baliho kampanye. Saya sendiri juga heran kenapa orang tetap mencoblos nama saya.” Ya iyalah, siapa yang mencatat kampanye Elnino Mohi sementara KPU Daerah dan BAWASLU Daerah saja belum ada/belum berfungsi? Dan ketika KPU Daerah dan BAWASLU Daerah berfungsi, Elnino sudah tak ada sambil menertawakan para penyelenggara Pemilu di Provinsi Gorontalo.
You may like
-
Selesai Melaksanakan Tugas Pengawas TPS di Kab.Gorontalo Belum Juga menerima Honor
-
KPU Provinsi Gorontalo Mendata Petugas KPPS Sakit Saat Bertugas
-
UNG Gelar MBKM Pemilu Pertama di Indonesia
-
PSI Kota Gorontalo Target 2 Kursi di Parlemen
-
Fix Lolos Calon DPD-RI, Ronald S. Bidjuni: Semut Itu Pelan, Tapi Fokus!
-
Sosialisasikan Tahapan Pemilu, KPU Gorontalo Libatkan Media Massa
Advertorial
Gelar Pelantikan di Tengah Sawah: DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato Resmi Dikukuhkan Periode 2026–2031
Published
13 hours agoon
21/08/2026
Pohuwato – Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik di kawasan persawahan Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (20/8/2026).
Pelantikan unik di tengah bentangan sawah tersebut menjadi momentum krusial bagi TMI Pohuwato untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyuarakan berbagai persoalan mendasar yang masih membayangi kehidupan masyarakat petani di daerah.
Prosesi pengukuhan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir, Ketua DPW TMI Provinsi Gorontalo Rian Uno, serta Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga. Turut hadir jajaran camat, pimpinan Bank SulutGo (BSG) Cabang Marisa, perwakilan PT Loka Indah Lestari (LIL), perwakilan Kodim 1313/Pohuwato, Danramil, hingga Komandan Pos TNI AL (Danposal) Pohuwato.
Pemilihan kawasan persawahan sebagai lokasi acara menyimbolkan komitmen TMI Pohuwato untuk senantiasa hadir dekat dengan realitas kehidupan serta pergumulan para petani di akar rumput.
Ketua DPD TMI Pohuwato yang baru dilantik, Abdul Hamid Sukoli, dalam orasi sambutannya membeberkan kompleksitas persoalan yang dihadapi sektor pertanian lokal, membentang dari wilayah Paguat hingga Popayato. Ia menyoroti kondisi memprihatinkan di kawasan Buntulia dan Duhiadaa, di mana para petani kerap mengalami kelumpuhan masa tanam hingga ancaman gagal panen yang berulang.
“Kompleksitas masalah petani kita membentang dari Paguat sampai Popayato. Apalagi di wilayah Buntulia dan Duhiadaa, petani kesulitan menanam bahkan dihadapkan pada ancaman gagal panen. Ini salah satu isu krusial yang membutuhkan perhatian serius,” tegas Abdul Hamid.
Ia menekankan pentingnya solusi konkret dan jangka panjang dari pemerintah daerah maupun pusat agar masa depan petani tidak terus terancam setiap musim tanam. Abdul Hamid berharap kehadiran TMI mampu menjadi jembatan aspirasi yang efektif antara petani dan pemangku kebijakan.
Secara khusus, ia menggarisbawahi urgensi penanganan sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di Pohuwato yang membutuhkan penyelesaian komprehensif. Momen kehadiran Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir pun diharapkan membawa dampak positif bagi percepatan penanganan masalah tersebut.
“Kehadiran Ketua Umum di Pohuwato semoga membawa spirit dan jangkauan strategis Presiden untuk mengawal serta menyelesaikan masalah petani di Kabupaten Pohuwato,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW TMI Rian Uno menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal implementasi program-program pertanian agar kemanfaatannya benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Rian menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai Pembina TMI, sehingga seluruh program kebijakan sektor pertanian difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup petani.
Sebagai wujud kerja nyata, rangkaian pelantikan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dengan disaksikan langsung oleh Ketum DPN TMI Don Muzakir.
Penyerahan alsintan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengolahan lahan, mendongkrak produktivitas hasil panen, serta mendorong modernisasi pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.
Gorontalo
Di Tengah Gencarnya Razia Polisi: Siasat Tambang Ilegal Buntulia Tetap Melenggang Bebas
Published
2 weeks agoon
08/08/2026
Gorontalo – Di tengah masifnya operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) oleh jajaran Polres Pohuwato, praktik penambangan ilegal di kawasan Jahiya–Hulawa, Kecamatan Buntulia, justru disinyalir masih bebas beroperasi.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan media Barakati.id pada Kamis (6/8/2026), di lokasi tersebut ditemukan sedikitnya dua unit alat berat jenis ekskavator merek Hitachi berwarna oranye yang diduga kuat aktif mengeruk material tambang secara ilegal.
Kontrasnya aktivitas di Buntulia dengan gencar-gencarnya razia aparat di wilayah lain memicu tanda tanya publik. Pasalnya, meski kepolisian berulang kali mengamankan ekskavator di sejumlah titik PETI di Kabupaten Pohuwato, kegiatan di lokasi ini terkesan tak tersentuh hukum.
Hasil penelusuran Barakati.id mengungkapkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut diduga dikelola oleh seorang pengusaha lokal berinisial DE alias Daeng Edy. Kendati demikian, informasi ini masih memerlukan pembuktian hukum lebih lanjut, dan media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence).
Suasana tertutup tampak jelas di area yang disinyalir sebagai camp operasional tambang. Di gerbang masuk area tersebut terpasang papan bertuliskan “Tidak Menerima Tamu”. Tulisan itu memicu spekulasi bahwa operasional di dalam kawasan disengaja tertutup dari jangkauan dan pengawasan pihak luar.
Fenomena ini menyisakan persoalan serius bagi aparat penegak hukum (APH). Publik mempertanyakan alasan di balik melenggangnya aktivitas PETI di Jahiya–Hulawa. Muncul dugaan apakah lokasi tersebut memang belum terjangkau operasi, atau terdapat faktor lain yang membuat kegiatan ilegal itu seolah kebal hukum.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kepolisian untuk membongkar aktor intelektual maupun pihak-pihak di balik layar, termasuk menelisik potensi adanya oknum yang memberikan perlindungan (back-up) atas praktik penambangan liar tersebut.
Selain melanggar regulasi perundang-undangan, aktivitas PETI secara masif dampaknya langsung mengancam kelestarian lingkungan, memicu sedimentasi sungai, serta meningkatkan risiko bencana ekologis bagi masyarakat sekitar.
Penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa pandang bulu menjadi kunci utama untuk menepis anggapan publik mengenai adanya tebang pilih dalam penindakan tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Barakati.id telah berupaya melayangkan konfirmasi kepada pihak yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan. Sesuai kode etik jurnalistik, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka untuk memelihara keberimbangan berita.
Gorontalo
Abaikan Penolakan Warga Sejak 2024: PT Celebes Bone Mineral Paksakan Konsultasi Publik Amdal di Bonepantai
Published
2 weeks agoon
05/08/2026
Gorontalo – Gelombang penolakan terhadap aktivitas industri ekstraktif kembali membara di kawasan pesisir Kabupaten Bone Bolango. Meski sempat mendapat penolakan keras masyarakat pada 2024 lalu, PT Celebes Bone Mineral (CBM) disinyalir tetap memaksakan rencana ekspansi pertambangan di wilayah Kecamatan Bonepantai dan sekitarnya.
Langkah ekspansi tersebut terkuak seiring beredarnya Surat Undangan Resmi PT Celebes Bone Mineral Nomor: 08/CBM/VII/2026. Dalam dokumen tersebut, pihak perusahaan menjadwalkan agenda Konsultasi Publik terkait Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada Kamis (6/8/2026) di Kecamatan Bonepantai. Forum ini digelar sebagai tahapan wajib guna menaikkan status Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke tahap Operasi Produksi.
Rencana konsultasi publik tersebut menyasar cakupan wilayah yang terbilang luas. Pihak perusahaan mengundang perwakilan warga dari 13 desa di Kecamatan Bonepantai, 2 desa di Kecamatan Bulawa, serta 1 desa di Kecamatan Kabila Bone.
Rencana agenda tersebut memicu reaksi tajam dari masyarakat lokal. Warga menilai perusahaan secara sepihak memaksakan kehendak tanpa mengindahkan aspirasi warga yang sejak dua tahun lalu secara tegas menolak kehadiran tambang di wilayah mereka.
Tokoh masyarakat Kecamatan Bonepantai, Rahmat Husain, menyatakan sikap tegas menolak seluruh rangkaian kegiatan maupun forum dialog yang bertujuan membuka jalan bagi industri pertambangan di tanah kelahiran mereka.
“Kami menolak keras kegiatan atau acara dalam bentuk apa pun yang membahas isu pembukaan tambang oleh pihak perusahaan mana pun di wilayah Kecamatan Bonepantai,” tegas Rahmat Husain.
Penolakan masif yang konsisten disuarakan warga pesisir ini berlandaskan kekhawatiran atas dampak kerusakan lingkungan. Kehadiran industri ekstraktif di wilayah Bonepantai, Bulawa, dan Kabila Bone dinilai berpotensi merusak ekosistem pesisir serta perairan Teluk Tomini, menghancurkan daerah resapan air, dan mengancam ruang hidup nelayan serta petani lokal.
Rencana konsultasi publik PT CBM diprediksi bakal mendapat perlawanan ketat dari koalisi masyarakat sipil dan warga lintas desa yang bersiap menghadang masuknya aktivitas pertambangan demi memelihara kelestarian ruang hidup mereka.
Gelar Pelantikan di Tengah Sawah: DPD Tani Merdeka Indonesia Pohuwato Resmi Dikukuhkan Periode 2026–2031
Hadir Langsung di Pohuwato: Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir Instruksikan Pengurus Bentuk Struktur Hingga Desa
Respons Instruksi Wali Kota Adhan: Donasi ASN Pemkot Gorontalo untuk Bencana NTT Tembus Rp108 Juta
Meski Waktu Latihan Singkat: Siasat Paskibraka Pohuwato Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT ke-81 RI
Soroti Dokumen Penuh Kejanggalan: Wali Kota Adhan Dambea Polisikan Akun Medsos Aweka Holand
Kurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
Siap Guncang Panggung Vokasi Nasional: SMKN 3 Gorontalo Terjunkan Kontingen di 11 Cabang LKS 2026
Tembus Seleksi Ketat Nasional: Dua Periset Unggulan UNG Sabet Hibah Riset RIIM Gelombang XI
Sita Ekskavator dan Amankan Pemodal: Polres Pohuwato Bongkar Tambang Emas Ilegal di Desa Teratai
Gebrakan Wali Kota Adhan Berbuah Manis, Kota Gorontalo Masuk Daftar 10 Kota Teraman Indonesia
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo2 months agoDiduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
-
Ruang Literasi2 months agoDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
-
News3 months agoMenggugah Kembali Naluri Belajar yang Meredup: Reformasi Pedagogi di Era Distraksi Digital
-
Gorontalo3 months agoTak Tinggal Diam! DPC Gerindra Gorut Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Biau
-
News3 months agoViral! Baling-baling Wings Air Diikat Kabel Ties Sebelum Terbang dari Bali, Begini Kata Lion Air Group
-
Kriminalitas3 months agoTUNTUTAN KONTROVERSIAL! Empat Oknum TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun BUI
-
Advertorial2 months agoTembus Top 30 Global: Tiga Mahasiswi FEB UNG Siap Rebut Juara di Vietnam
