Connect with us

Advertorial

Ryan Kono: Disiplin Protokol Kesehatan Tanamkan Kepedulian Sosial

Published

on

KOTA GORONTALO-Upaya pengendalian wabah virus corona terus dilakukan pemerintah. Salah satunya mendorong kesadaran masyarakat agar menjalankan anjuran protokol kesehatan secara disiplin.

Wakil Walikota Gorontalo Ryan Kono mengemukakan, pendisiplinan protokol kesehatan jangan hanya dilihat dari segi tindakan dan sangsi hukum. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana menyadarkan masyarakat, tanpa harus dikenakan denda.

“ Bagi masyarakat umum saya rasa pasti akan sadar, ketika diberikan peringatan. hanya orang – orang yang egois dan apatis yang akan kena sangsi tersebut. tentu didaerah kita yang dikenal sengan julukan daerah serambi medinah, masyarakatnya sangat patuh dan taat apa yang ditetapkan pemerintah, ” Ujar Ryan saat diwawancarai kamis 17/9.

Menanamkan rasa kepedulian sosial, jauh lebih berarti dalam memaknai kebijakan ini. Masyarakat digugah membiasakan pola hidup sehat, dilingkungan keluarga dan bermasyarakat demi kemaslahatan bersama.

Dikatakannya, untuk kota gorontalo sendiri terkait aturan penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan, telah dibuatkan Peraturan Walikota Gorontalo nomor 26 tahun 2020.

Hanya saja menurut Ryan, untuk implementasinya masih akan menunggu Peraturan Daerah yang akan dibahas bersama DPRD Kota Gorontalo. Tentunya secara hirarki disesuaikan pada perda yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“ Persoalan penerapan dilapangan, tadi kita telah bahas bersama pak Kapolres Gorontalo Kota untuk menyatukan persepsi dan disimpulkan bersama. Hasilnya kita menunggu keluarnya perda” Ujar Ryan.

Senada disampaikan Kepala Bagian Hukum Setda Kota Gorontalo, Siti Dahlia Syarief bahwa perda merupakan dasar hukum bagi pelaksanaan kegiatan dilapangan yang akan dijabarkan secara tekhnis dalam peraturan walikota tersebut.

“ Sehingga perda yang dibuat, akan selaras dengan regulasi sebagai turunan dari Inpres, Permendagri, Pergub sebelumnya” ucap Siti.

Lanjut Siti, Penerapannya pun tetap memperhatikan sikap humanis tetapi tegas. sanksi akan dilakukan bertahap mulai teguran lisan, tertulis, sangsi kerja sosial hingga terberat pengenaan denda bahkan pencabutan ijin bagi badan usaha.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertorial

Pemkab Gorut Gelar Rapat Sinkronisasi Serta Integrasi Perencanaan dan Keuangan ke SIPD

Published

on

Sekretaris Daerah (Sekda) Gorut, Ridwan Yasin saat pimpin rapat sinkronisasi serta Integrasi Perencanaan keuangan ke Sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) Kabupaten Gorontalo Utara. | Foto Humas

GORUT-Pemerintah kabupaten Gorontalo Utara Senin (26/10/2020) menggelar rapat sinkronisasi serta Integrasi Perencanaan keuangan ke Sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) Kabupaten Gorontalo Utara.

Kegiatan digelar di Aula Hotel Grand’Q Kota Gorontalo dan dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Gorut, Ridwan Yasin.

Ridwan ditemui awak media usai kegiatan menyampaikan bahwa sinkronisasi atau penyesuaian ini harus dilakukan. Meskipun kata Ridwan dilihat dari seluruh daerah termasuk Gorontalo Utara, hampir setiap dua bulan terjadi perubahan aturan.

“Satu hal yang menjadi menarik untuk seluruh daerah termasuk Gorontalo Utara, hampir setiap 2 bulan berubah aturannya, dan ketika daerah-daerah sudah melakukan penyusunan anggaran 2021, daerah-daerah lain tentunya maka mereka tiba-tiba harus menyesuaikan dengan regulasi yang terbaru misalnya kepmen 50, kemudian ada juga Permendagri 90 juga, itu kan terbaru, 70 bahkan terbaru juga” Ujarnya.

Hal ini apabila dicermati kata Ridwan, tidak lain bertujuan untuk profesionalisme para organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melakukan pengelolaan keuangan dan perencanaan pembangunan daerah.

“Sehingga ini mencermati perkembangan yang terus berubah, tujuannya adalah melebih kepada OPD-OPD daerah, khususnya melakukan pengelolaan keuangan dan perencanaan pembangunan daerah itu secara profesional” Ungkapnya.

Sementara itu, kata Sekda Milenial ini, terkait SIPD, di setiap daerah di Seluruh Indonesia itu sudah memiliki masing-masing adminnya.

“Sistimnya sudah melalui admin dan di daerah itu ada yang namanya admin daerah, kemudian ada admin perencanaan, kemudian ada admin keuangan. Admin daerah ini yang melekat pada jabatan sekretaris Daerah, nanti akan mengatur seluruh admin-admin termasuk user sampai ke tingkat OPD” Jelasnya.

“Sehingga, kalau kita lihat di gambar tadi ada perempuan yang berdiri yang tertulis admin daerah dan kuncinya ada di bawah itu kodenya, artinya ketika admin daerah melakukan sesuatu yang bersifat mengatur ke bawah maka itu harus diikuti” Jelasnya lagi.

DPRD diungkapkan Ridwan juga memiliki password untuk masuk kedalam SIPD ini, hal ini kata Ridwan bermasuk agar DORD dapat secara langsung mengamati setiap perubahan-perubahan yang di timbul di tingkat OPD.

“Nah perubahan-perubahan itu tentunya melalui kendali admin daerah, dan Kendali itu dilakukan sesuai dengan regulasi yang ada” Ujarnya.

Lanjut Ridwan, dengan adanya regulasi yang baru ini, apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ini lebih mempermudah daerah untuk menyelenggarakan program dan kegiatannya, serta lebih transparansi.

“Kalau yang sistim sebelumnya yang diketahui itu, tidak semua orang mengetahui apa yang terjadi di OPD. Sekarang semua orang bisa melihat, sehingga fungsi DPRD misalnya sebagai _budgeting_ kemudian _controlling_ dan legislasi, itu hanya dilihat di sistem saja sudah bisa dilakukan. tidak harus melakukan turun, hanya buka sistim saja sudah bisa” Imbuhnya.

Di era digital ini dimana sistim arus informasi itu begitu deras, maka itu akan sangat dengan mudah untuk melaksanakan tugas dan pengawasan oleh DPRD.

“Akan mempermudah setiap program kegiatan yang kita lakukan, meskipun pada awalnya kita melakukan penyusunan ini banyak OPD-OPD yang mempertanyakan karena memang belum familiar dengan sistem yang baru” sambung Ridwan.

Hasil pengamatan dikatakan Ridwan sistim ini sangat bagus, olehnya ia berharap sistim ini dapat segera dimaksimalkan, sehingga dapat diterapkan pada awal tahun 2021.

“Mulai tanggal 1 Januari itu sudah berlaku, karena tangagl tanggal 31 Desember simda itu sudah dicabut. esuai informasi yang kami terima dari kementerian. Sehingga semua sudah melalui SIPD, nah di SIPD itukan tidak dikenal lagi belanja langsung dan tidak langsung, yang adanya belanja barang dan jasa belanja pegawai, hanya seperti itu, jadi dia sangat sederhana. sederhana mudah dipantau mudah diawasi transparan” tutupnya.

Continue Reading

Advertorial

Prodi Sistem Informasi UNG Teken MoU Bantuan MBKM

Published

on

UNG-Program Studi Sistem Informasi Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo, melaksanakan Workshop Kurikulum, Senin (26/10/2020). Kegiatan tersebut disekaliguskan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) Bantuan Program Studi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Program Studi Sistem Informasi adalah salah satu dari enam prodi di lingkungan (UNG) yang berhasil mendapatkan hibah bantuan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020.

Program ini sebagai langkah untuk mendukung implementasi program MBKM yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. dimana dalam penerapannya diharapkan dapat mendukung implementasi kurikulum MBKM di perguruan tinggi.

Pada Workshop kali ini mengusung tema “Merajut Ekosistem Pentahelix Melalui Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka” dengan menjadikan narasumber Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A. dari pemateri yang di hadirkan diharapkan membawa angin segar bagi Program Studi Sistem Informasi dalam Menyusun Kurikulum prodi.

Selain itu dalam Penandatangan Kerja Sama antara Dekan Fakultas Teknik UNG Dr. Sardi Salim, M.Pd dengan beberapa mitra yang ada di Provinsi Gorontalo, yang di Saksikan langsung oleh Rektor Universitas Negeri Gorontalo Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T.

Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T., selaku Rektor Universitas Negeri Gorontalo, mengatakan bahwa ini merupakan sebuah langkah yang baik bagi Prodi khususnya Universitas untuk kedepannya.

“Karena kurikulum MBKM yang dihasilkan oleh Prodi Sistem Informasi akan di implementasikan dan di ikuti oleh prodi lain yang ada di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya

Continue Reading

Advertorial

Sekda Gorut Sambut Baik Program Pamsimas III di Desa Bulontio dan Motihelumo

Published

on

Sekretaris daerah Gorut Ridwan Yasin, saat memberikan sambutan pada kegiatan Uji fungsi sarana air minum dan sanitasi hibah insentif desa(HID) program pamsimas III di desa Bulontio Timur dan Desa Motihelumo | Foto HUMAS

GORUT-Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menyambut baik dan memberikan penghargaan ke semua pihak atas suksesnya program Pamsimas III, Desa Bulontio, Kecamatan Sumalata dan Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur. Suksesnya program tersebut tak lepas dari perhatian pemerinta mulai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kecamatan, hingga desa

Sekretaris daerah Gorut Ridwan Yasin, saat memberikan sambutan pada kegiatan Uji fungsi sarana air minum dan sanitasi hibah insentif desa(HID) program pamsimas III di desa Bulontio Timur dan Desa Motihelumo Jumat (25/10/2029) kemarin pun menyampaikan penghargaan ini.

“Kami atas nama pemerintah daerah menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya baik kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun dari kecamatan, desa dan semua pihak yang telah mensukseskan program ini. Hingga pada hari kita uji fungsi, airnya bagus, dan tidak gampang mendapatkan air seperti itu” ungkap Sekda Ridwan.

Ridwan menuturkan, dibandingkan air yang ada di Ibu Kota Kabupaten Gorontalo Utara yakni kecamatan Kwandang air di dua desa ini sangat jauh lebih bersih. Di Kwandang sendiri kata Ridwan tepatnya di rumah dinas airnya keruh.

“Kami sudah uji tadi dari desa Bulontio timur, air sangat bagus dan jernih, tidak berbau. Kami di kecamatan kwandang airnya keruh, mandi saja masih ragu-ragu dan itu yang kami rasakan di rumah dinas.Tapi kami pemerintah memprioritaskan masyarakat kita, agar masyarakat dulu yang diutamakan baru kita belakangan” imbuhnya.

Beberapa Minggu kedepan Ridwan mengungkapkan akan melakukan Uji fungsi lagi di desa-desa lain dan harapannya di desa lain kualitas airnya akan seperti di desa Bulontio dan Motihelumo.

“Dan Pamsimas ini mungkin Minggu depan ini kami akan melakukan uji fungsi lagi di beberapa desa dan kecamatan di kabupaten Gorontalo Utara. Ini kami harapan juga seperti yang dua desa ini, bersih. Mudah-mudahan program ini akan terus memiliki pekerjaan dan kualitas yang baik” Tukas Ridwan yang biasa disapa sekda milenial itu.

“Sekali lagi atas nama pemerintah daerah, menyambut baik program ini, dan diharapkan tahun-tahun yang akan datang akan lebih ditingkatkan lagi” Tutupnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler