Connect with us

Advertorial

Tak Main-main, KPK Ingatkan Tindak Hukum Jika Sawit Tak Selesai Dibenahi

Published

on

DEPROV – Setelah sehari sebelumnya melakukan konsolidasi terbatas, peninjauan lapangan, serta dialog langsung dengan petani sawit di Desa Toyidito, Kabupaten Gorontalo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan kegiatannya dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi, Kamis (13/11/2025).

Rakor yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Gubernur Gorontalo tersebut diikuti oleh Gubernur Gorontalo, pimpinan DPRD Provinsi, serta sejumlah kepala daerah yang wilayahnya memiliki perkebunan kelapa sawit. Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal di daerah seperti Kepala Perwakilan BPKP, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kepala Kantor Wilayah BPN, Kepala Bea Cukai, KSP Pelabuhan Anggrek, dan perwakilan dari Kota Gorontalo. Selain itu, sejumlah OPD dan badan teknis pemerintah provinsi serta daerah yang terkait dengan penyelenggaraan perkebunan juga ikut hadir.

Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV KPK, Tri Budi Rahmanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Panitia Khusus (Pansus) Sawit DPRD Provinsi Gorontalo yang sebelumnya telah berkoordinasi langsung dengan KPK.

“Rakor ini merupakan langkah lanjutan dari hasil rekomendasi Pansus Sawit DPRD Gorontalo. KPK hadir untuk memastikan tata kelola sektor sawit di Gorontalo berjalan transparan, akuntabel, dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Dalam jalannya rapat, seluruh instansi yang hadir memaparkan permasalahan yang mereka tangani sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Pemaparan diawali oleh DPRD Provinsi Gorontalo melalui anggota DPRD Umar Karim, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari berbagai instansi terkait.

Dari hasil pemaparan, diketahui bahwa permasalahan yang mengemuka hampir serupa dengan temuan Pansus DPRD Provinsi Gorontalo. Beberapa isu utama di antaranya adalah masyarakat yang tidak memperoleh hak pengelolaan kebun plasma, rendahnya pendapatan petani plasma, serta lemahnya sistem kemitraan antara perusahaan dan koperasi petani.

Masalah lain yang turut disorot ialah ketidaklengkapan perizinan sejumlah perkebunan dan industri sawit, ribuan hektar lahan sawit yang terlantar, hingga koperasi plasma mitra perusahaan yang belasan tahun tidak pernah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Selain itu, terdapat pula laporan dugaan penyerobotan lahan masyarakat dan indikasi kriminalisasi terhadap petani sawit.

Dalam kesimpulan akhir, KPK memberikan batas waktu kepada seluruh instansi hingga 5 Desember 2025 untuk menuntaskan seluruh data dan analisis permasalahan yang ada. Semua laporan tersebut wajib diserahkan kepada KPK untuk dibahas dalam Rakor akhir yang akan digelar di Kantor KPK Jakarta, bersama kementerian terkait dan aparat penegak hukum. Rapat lanjutan tersebut direncanakan berlangsung pada Desember tahun ini.

Usai Rakor tersebut, KPK akan memberikan waktu kepada masing-masing instansi untuk menindaklanjuti hasil pembahasan sesuai kewenangannya dengan tenggat waktu yang akan ditentukan kemudian.

Tri Budi Rahmanto menegaskan agar seluruh pihak serius menyelesaikan permasalahan sawit di Gorontalo dan tidak menunda langkah korektif.

“KPK mengingatkan semua instansi agar benar-benar berkomitmen menuntaskan persoalan sawit di wilayahnya. Jika tidak diselesaikan secara serius, bukan tidak mungkin KPK menempuh langkah hukum lainnya,” tegas Tri Budi.

Advertorial

Bawa Misi Desa Wisata Mandiri Energi: Mahasiswa KKN Kolaboratif UNG–UGM Resmi Mengabdi di Botutonuo

Published

on

UNG – Sinergi lintas perguruan tinggi dalam wujud pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari kedua institusi bergengsi tersebut secara resmi diterjunkan ke Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (20/06/2026).

Prosesi penerimaan delegasi intelektual muda ini berlangsung hangat di balai desa setempat. Agenda tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah desa, Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN Kolaboratif yang siap menjalankan masa pengabdian komprehensif selama 45 hari ke depan.

Ketua Tim DPL KKN Kolaboratif Ervan Hasan Harun, yang didampingi oleh dua anggota DPL lainnya, Obhin Pakaya dan Jumiati Ilham, memaparkan bahwa program pengabdian tahun ini mengusung misi strategis. Tema spesifik yang diangkat adalah “Pengembangan Desa Wisata Mandiri Energi Berbasis Tenaga Surya untuk Mendukung Sport Tourism Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal.”

Kepala Desa Botutonuo Nuzzul Abdul Radjak menyampaikan apresiasi dan menyambut tangan terbuka kehadiran mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut. Ia menilai intervensi dari kalangan akademisi sangat dibutuhkan untuk memoles potensi pesisir wilayahnya.

“Pemerintah dan masyarakat Desa Botutonuo menerima dengan sangat terbuka pelaksanaan program KKN Kolaboratif ini. Kami berharap seluruh rancangan kegiatan dapat tereksekusi dengan lancar, serta mampu memberikan multiplier effect (dampak ganda) yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga kami,” ujar Nuzzul.

Lebih rinci, Ketua DPL Ervan Hasan Harun menjelaskan bahwa program strategis yang dibawa berorientasi pada lompatan inovasi desa wisata. Fokus garapan mahasiswa tidak sekadar pembenahan fisik, melainkan mencakup optimalisasi sport tourism, penguatan sentra ekonomi kreatif, digitalisasi pemasaran, hingga implementasi teknologi panel surya sebagai suplai energi ramah lingkungan.

Melalui payung kolaborasi UNG dan UGM ini, diharapkan terbangun sinergitas solid antara perguruan tinggi dan entitas masyarakat akar rumput. Selain menargetkan luaran aplikatif sebagai pondasi pengembangan tata ruang wisata berkelanjutan, program ini juga menjadi wujud nyata dukungan kampus terhadap percepatan pembangunan Kawasan Teluk Tomini melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan transisi energi terbarukan.

Continue Reading

Advertorial

Berangkat Lengkap Pulang Utuh: Pemkot Gorontalo Sambut 264 Jemaah Haji Kloter 28

Published

on

Kota Gorontalo – Suasana haru dan peluk rindu mewarnai kepulangan rombongan jemaah haji asal Kota Gorontalo yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 28. Setelah menuntaskan seluruh rangkaian rukun Islam kelima di Tanah Suci, sebanyak 264 jemaah akhirnya tiba kembali di bumi serambi madinah dan disambut hangat oleh otoritas Pemerintah Kota Gorontalo di Asrama Haji Gorontalo, Senin (22/06/2026).

Prosesi penyambutan resmi tersebut dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Gorontalo Sukamto Mooduto yang hadir mewakili Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.

Dalam sambutannya, Sukamto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh Dhuyufurrahman (tamu Allah) asal Kota Gorontalo ini dalam keadaan utuh dan sehat walafiat. Kondisi fisik yang tetap prima ini dinilai sebagai anugerah besar mengingat beratnya medan geografis, perbedaan cuaca ekstrem, serta padatnya fase ibadah fisik yang wajib dijalani selama berada di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, jemaah haji Kota Gorontalo yang tergabung dalam Kloter 28 ini berangkat dalam keadaan personel lengkap dan kembali ke daerah pun dalam jumlah yang utuh. Sebanyak 264 jemaah telah tiba dengan selamat dan seluruhnya dilaporkan dalam kondisi sehat,” ujar Sukamto Mooduto di sela-sela pemantauan jemaah.

Sukamto menambahkan, jajaran eksekutif Pemerintah Kota Gorontalo turut berbahagia menyambut kepulangan para jemaah. Keberhasilan menuntaskan rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air tanpa kendala medis berarti menjadi kebanggaan kolektif bagi pihak keluarga maupun masyarakat Kota Gorontalo secara luas.

Pemkot Gorontalo menaruh harapan besar agar ratusan jemaah yang baru tiba ini mampu meraih predikat haji mabrur. Esensi spiritual dan nilai-nilai kesalehan sosial yang diperoleh dari kota suci Makkah dan Madinah diharapkan dapat diimplementasikan secara konkret di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Kami berharap sekembalinya dari Tanah Suci, para jemaah dapat menjadi figur teladan sekaligus oase penyejuk di tengah masyarakat. Mari terus rawat konsistensi ibadah, semangat kebersamaan, serta nilai-nilai keislaman yang telah ditempa selama satu bulan lebih di sana,” tambahnya.

Penantian panjang selama lebih dari 40 hari berbuah manis saat tangis bahagia pecah di kawasan Asrama Haji Gorontalo. Ratusan sanak keluarga yang telah memadati area penjemputan sejak pagi hari langsung menyambut kedatangan jemaah dengan dekapan hangat penuh syukur.

Sebagai penutup informasi, Sukamto menegaskan bahwa agenda serah terima dan penerimaan jemaah haji secara formal oleh Pemerintah Kota Gorontalo dijadwalkan bakal digelar pada Rabu, 24 Juni 2026, terpusat di Gedung Bandhayo Lo Yiladia (BLY).

Continue Reading

Advertorial

Jadi Contoh Pencacahan SE2026: Wawali Indra Gobel Terima Tim BPS di Rumah Jabatan

Published

on

Kota Gorontalo – Jajaran pimpinan daerah berkomitmen mengawal akurasi basis data pembangunan nasional. Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel menerima kunjungan resmi jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gorontalo di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Senin (22/06/2026). Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang tengah bergulir serentak di wilayah Kota Gorontalo.

Rombongan otoritas statistik tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kota Gorontalo Sri Dewi Monoarfa, didampingi jajaran petugas sensus dari Kecamatan Kota Timur. Pertemuan formal ini mengagendakan koordinasi teknis sekaligus pencacahan perdana terkait aktivitas usaha keluarga yang melekat pada profil wakil kepala daerah tersebut, sebagai potret sasaran makro Sensus Ekonomi 2026.

Pasca-pencacahan, Wawali Indra Gobel mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro hingga makro, untuk berpartisipasi aktif menyukseskan program dekadean ini. Ia meminta publik menyambut kedatangan petugas lapangan serta memberikan data potret usaha yang riil tanpa manipulasi.

“Hari ini saya pribadi telah didatangi oleh tim pencacah BPS dan resmi terdata dalam Sensus Ekonomi 2026. Saya mengajak seluruh warga Kota Gorontalo untuk membentangkan pintu, menerima kedatangan petugas BPS, serta memberikan data instrumen usaha yang dijalankan secara jujur, objektif, dan benar,” tegas Indra Gobel.

Menurut Wawali Indra, akurasi data sektoral yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi mutlak diperlukan oleh instansi vertikal maupun daerah. Hasil akhir SE2026 diproyeksikan menjadi kompas utama pemerintah dalam merumuskan cetak biru (blueprint) kebijakan fiskal, stimulus UMKM, serta penguatan struktur ekonomi daerah di masa depan.

Di sisi lain, politisi senior ini melayangkan apresiasi tinggi atas etos kerja tim pencacah lapangan yang dinilainya mengedepankan prinsip profesionalisme serta regulasi perlindungan data.

“Mereka bekerja dengan sangat taktis dan profesional. Indikator pertanyaan yang diajukan sangat jelas, terukur, dan proses wawancara berjalan interaktif. Saya berharap SE2026 di Kota Gorontalo berjalan sukses tanpa kendala sektoral agar menghasilkan data mutakhir yang valid serta akuntabel,” imbuhnya.

Langkah kooperatif yang ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Gorontalo ini diharapkan menjadi stimulus sekaligus cerminan bagi para pelaku industri dan dunia usaha di Kota Gorontalo. Partisipasi penuh dari entitas bisnis dinilai menjadi kunci utama lahirnya peta geoekonomi yang valid demi memandu arah pembangunan daerah maupun nasional secara berkelanjutan.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler