Connect with us

Politik

Jadi Maju Pilbup Kabgor, Chamdi-Tomy Daftar di “Injury Time”

Published

on

pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Chamdi-Tomy mendaftar di KPU Kabupaten Gorontalo. | Foto Istimewa

KABGOR-Keraguan pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Chamdi-Tomy hilang sudah. Diisukan tak jadi mencalonkan diri, pasangan ini akhirnya resmi mendaftar di KPUD Kabgor Ahad (6/8).

Diusung tiga partai yakni Demokrat – Gerindra dan juga Hanura, paslon ini menjadi yang terakhir mendaftar di KPU. Memang sebelumnya, sempat muncul keraguan khususnya di kalangan simpatisan dan para pendukung apakah jagoan mereka benar-benar mendaftar. Pasalnya di hari terakhir waktu pendaftaran, Chamdi dikabarkan masih di Jakarta.

Numun, sekitar pukul 13.00 Wita, Chamdi pun tiba di Gorontalo dan membawa surat dukungan dari partai. Dengan iring – iringan dan penyambutan Hadrah, pasangan Chamdi-Tomy menuju KPU Kabupaten Gorontalo.

News

Kena OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ngaku Tak Paham Aturan Karena Bekas Penyanyi dangdut

Published

on

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kali ini menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada awal Maret 2026. Dalam pembelaannya usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi, Fadia melontarkan alasan yang cukup menyita perhatian publik: ia mengklaim tidak memahami aturan hukum dan tata kelola pemerintahan daerah karena latar belakangnya yang hanya seorang mantan penyanyi dangdut.

Putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq ini berdalih bahwa dirinya bukanlah seorang birokrat tulen. Oleh sebab itu, segala urusan teknis terkait birokrasi pemerintahan selama ia menjabat diklaim telah diserahkan sepenuhnya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan.

Namun, alasan tersebut langsung ditepis dengan tegas oleh pihak lembaga antirasuah. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menilai argumen Fadia sangat tidak berdasar mengingat rekam jejak politiknya yang sudah cukup panjang.

“FAR adalah seorang Bupati atau penyelenggara negara selama dua periode, serta satu kali menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2011-2016, sehingga sudah semestinya FAR memahami pelaksanaan prinsip-prinsip good governance pada pemerintah daerah,” tegas Asep.

Berdasarkan hasil penyidikan, Fadia ditetapkan sebagai tersangka tunggal atas dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing (tenaga alih daya) dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tahun anggaran 2023-2026. Praktik lancung ini diduga kuat dikendalikan untuk meraup keuntungan pribadi, di mana keluarga sang bupati ditaksir telah menikmati aliran dana hingga Rp19 miliar.

Modus operandi yang digunakan pun terbilang terencana. KPK mengungkap bahwa PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) yang kerap mendapat jatah proyek terafiliasi kuat dengan Fadia. Bahkan, Direktur PT RNB yang bernama Rul Bayatun sebenarnya berstatus sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dari sang bupati, di mana posisinya sebagai direksi diduga sekadar formalitas belaka.

Ditangkap Saat Mengisi Daya Mobil Listrik dan Menyeret Belasan Pihak

Penangkapan sosok bupati yang dilaporkan ke LHKPN memiliki total harta kekayaan mencapai Rp85,6 miliar ini juga memiliki cerita tersendiri. Berdasarkan informasi, tim KPK mendapati Fadia sedang berada di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

“Nah ketika sampai ke Semarang itu, ya itu juga semacam keberuntungan lah. Dicari ternyata mobil-mobil listrik ada gitu. Lagi di cas, lagi diisi. Nah di situlah ketemunya,” ungkap Asep menceritakan momen penangkapan tersebut.

Dalam operasi senyap tersebut, Fadia tidak diamankan sendirian. Tim penyidik membawa total 14 orang untuk diperiksa secara maraton di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Dari belasan orang yang diciduk—yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pihak swasta—Sekda Pemkab Pekalongan, HM Yulian Akbar, turut masuk dalam rombongan yang digiring ke ibukota. Untuk mendalami konstruksi perkara, KPK juga telah menyegel sejumlah ruangan penting di kantor Pemkab Pekalongan dan menyita berbagai barang bukti elektronik beserta kendaraan roda empat.

Continue Reading

News

Tembus 2.000 Km, Drone Shahed Iran Hantam RAF Akrotiri di Siprus

Published

on

Iran disebut berhasil mengirim drone Shahed sejauh sekitar 2.000 km hingga menghantam pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus, memantik kekhawatiran baru atas kemampuan pertahanan udara Barat dan eskalasi ketegangan dengan Teheran. Insiden yang terjadi sesaat lewat tengah malam itu mengenai area landasan dan menimbulkan kerusakan material terbatas tanpa korban jiwa, namun cukup untuk memicu status siaga tinggi di pangkalan yang menjadi salah satu titik kunci operasi Inggris di Mediterania timur.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa negara itu “tidak berada dalam keadaan perang” walau pangkalan militernya diserang, serta memindahkan keluarga personel dari Akrotiri sebagai langkah pencegahan sambil memperkuat patroli udara dan pertahanan sekitar Siprus. Dalam penjelasannya kepada parlemen, Perdana Menteri Keir Starmer menekankan: “We are not joining the US and Israeli offensive strikes. The basis of our decision is the collective self-defence of longstanding friends and allies.”

Analis militer menilai serangan ini sebagai sinyal bahwa drone Shahed berbiaya relatif rendah namun berjangkauan jauh mampu menembus lapisan pertahanan di wilayah NATO, apalagi puing-puing yang ditemukan dilaporkan memuat teknologi anti-jamming buatan Rusia yang dirancang untuk melawan gangguan elektronik Barat. Meski dampak fisik di Akrotiri terbatas, pesan strategisnya jelas: pangkalan-pangkalan Barat di Mediterania timur kini berada dalam jangkauan serangan drone Iran, memaksa NATO mengevaluasi ulang arsitektur pertahanan udaranya.

Continue Reading

News

28 Menit Antara Khamenei dan Pengumuman Kematiannya oleh Trump

Published

on

Dunia maya diguncang oleh peristiwa geopolitik yang berlangsung dalam tempo yang sangat luar biasa. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dinyatakan tewas dalam sebuah operasi presisi Amerika Serikat. Yang membuat dunia tercengang bukanlah sekadar kematiannya, melainkan rentang waktu 28 menit yang memisahkan antara deklarasi perlawanan terakhirnya dengan pengumuman kematiannya oleh Gedung Putih.
Pada tanggal 1 Maret 2026, pukul 04:19 AM waktu setempat, akun resmi berbahasa Persia milik Khamenei (@Khamenei_fa) mengunggah sebuah gambar ilustrasi epik berupa pedang bercahaya dan hujan proyektil api, lengkap dengan kutipan seruan spiritual yang mengisyaratkan perang dan perlawanan tanpa akhir. Unggahan tersebut sempat memicu kepanikan akan adanya eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah.
Namun, narasi perlawanan itu dipatahkan secara brutal.
Hanya berselang 28 menit, tepatnya pukul 04:47 AM, akun resmi The White House merilis pernyataan resmi dari Presiden Donald J. Trump. Dengan lugas, pernyataan itu dimulai dengan kalimat: “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam Sejarah, telah tewas.”
Pengamat militer internasional menilai selisih waktu 28 menit ini bukan sekadar kebetulan, melainkan demonstrasi unjuk kekuatan (show of force) dari jaringan intelijen dan militer Amerika Serikat yang berada pada level presisi mematikan. “Mampu merespons atau mengeksekusi target level tertinggi, memverifikasi kematiannya, lalu merilis pernyataan kepresidenan untuk melakukan counter-statement hanya 28 menit setelah target mengunggah propaganda perang adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar seorang analis pertahanan.
Hal ini membuktikan bahwa sistem pelacakan intelijen AS memantau pergerakan Khamenei secara real-time hingga hitungan detik. Kecepatan dan presisi militer AS dalam menetralisir ancaman—dan sekaligus memenangkan perang informasi di media sosial—menunjukkan supremasi teknologi yang nyaris tidak menyisakan ruang bagi lawan untuk bernapas, apalagi melancarkan serangan balasan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Timur Tengah berada dalam status siaga tertinggi, sementara dunia masih mencerna bagaimana sebuah era kepemimpinan di Iran diakhiri hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler