Connect with us

Advertorial

Pemerintah Kota Gorontalo Menggelar Gerakan Pangan Murah untuk Pengendalian Inflasi

Published

on

KOTA GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di Lapangan Taruna Rema. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ismail Madjid, yang baru saja dilantik sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo. Gerakan ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, sekaligus mengendalikan inflasi di Kota Gorontalo.

“Gerakan pangan murah ini adalah bagian dari pengendalian inflasi di Kota Gorontalo, dan ini merupakan bagian dari program nasional,” ujar Pj Ismail dalam sambutannya.

Ismail menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting karena salah satu faktor penyebab inflasi adalah meningkatnya permintaan barang, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha. Peningkatan permintaan tersebut dapat menyebabkan harga barang naik dan daya beli masyarakat terganggu, yang pada akhirnya memicu inflasi.

“Menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha, permintaan barang semakin besar hingga menyebabkan harga naik. Daya beli masyarakat yang bermasalah hingga terjadilah inflasi. Oleh karena itu, ini harus dikendalikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Ismail.

Ismail juga menekankan pentingnya pengendalian harga pangan. Menurutnya, kestabilan negara sangat bergantung pada ketersediaan dan pengendalian kebutuhan pangan masyarakat.

“Negara bisa rapuh jika kebutuhan pangan untuk masyarakat tidak tersedia ataupun tidak bisa dikendalikan, pasti akan muncul ketimpangan-ketimpangan jika tidak dikendalikan,” kata Ismail.

Ia menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini terbuka untuk semua lapisan masyarakat dan tidak dikhususkan untuk kategori tertentu.

Ismail berharap bahwa pengendalian harga pangan ini dapat terus dilaksanakan demi kesejahteraan masyarakat, terutama warga di Kota Gorontalo.

“Kami berharap pengendalian harga pangan ini bisa terus dilaksanakan untuk kemaslahatan masyarakat, terutama warga di Kota Gorontalo,” pungkasnya.

Acara ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan membantu masyarakat menghadapi tantangan inflasi, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan.

Advertorial

Kabar Gembira Mahasiswa: Publikasi Jurnal SINTA Kini Bisa Direkognisi Gantikan Skripsi!

Published

on

UNG – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) mengambil langkah taktis untuk memperkuat iklim akademik mahasiswanya. Pada Selasa (14/4/2026), FIP UNG secara resmi membuka program pelatihan bertajuk Sinta Ready Class Batch #1: Scientific Writing for SINTA Journal Tahun 2026.

Acara pembukaan yang berlangsung di Aula FIP UNG tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, para ketua jurusan, hingga pimpinan program studi di lingkungan FIP.

Program ini merupakan inisiatif strategis fakultas dalam meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, khususnya dalam teknik penulisan karya ilmiah yang berorientasi pada publikasi di jurnal terindeks SINTA. Peserta pelatihan dikhususkan bagi mahasiswa aktif semester 8 yang telah lulus tahap seminar proposal dan memiliki data penelitian konkret, serta telah memenuhi sejumlah persyaratan administratif maupun akademik.

Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa program pendampingan ini adalah wujud langkah nyata fakultas untuk membangun rekam jejak akademik mahasiswa sejak dini. Menurutnya, di era kompetisi saat ini, lulusan perguruan tinggi tidak cukup jika hanya mengandalkan nilai akademik di atas kertas, tetapi juga harus membuktikan diri melalui nilai tambah berupa karya publikasi ilmiah.

“Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk memiliki diferensiasi dan nilai jual lebih dibandingkan lulusan lainnya. Salah satunya melalui rekam jejak publikasi di jurnal SINTA. Bahkan, capaian publikasi pada tingkat tertentu dapat direkognisi sebagai pengganti tugas akhir atau skripsi dengan bobot SKS yang setara,” tegas Prof. Arwildayanto.

Lebih jauh, Prof. Arwildayanto menekankan pentingnya kepemilikan identitas akademik bagi kaum intelektual muda, seperti skor SINTA dan ID Scopus. Hal tersebut dinilai sebagai bekal kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia akademik maupun profesional, sekaligus menjadi salah satu indikator penting dalam proses seleksi calon dosen di masa mendatang.

Untuk memastikan target tercapai, peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh selama lima hari. Mahasiswa diminta untuk membawa gawai kerja (laptop) dan menyiapkan draf artikel atau naskah skripsi yang siap diolah. Mereka juga diikat dengan komitmen untuk melakukan submit (pengiriman) artikel segera setelah masa pendampingan berakhir.

Adapun rangkaian kegiatan intensif ini berlangsung dari tanggal 14 hingga 20 April 2026. Tahapannya mencakup agenda pembukaan dan materi pelatihan (14 April), writing workshop (15 April), pendampingan intensif bersama pembimbing (16–17 April), reviu artikel (18–19 April), hingga bermuara pada tahap finalisasi dan penutupan (20 April).

Hadirnya program Sinta Ready Class ini diharapkan tidak sekadar memoles kualitas karya ilmiah mahasiswa, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam membudayakan literasi dan riset akademik yang kuat di lingkungan FIP UNG. Dengan bekal tersebut, lulusan FIP UNG diproyeksikan mampu bersaing secara global dan memiliki keunggulan kompetitif di bidang pendidikan maupun penelitian ilmiah.

Continue Reading

Advertorial

Krisis Akomodasi VIP: Tamu Daerah Sering Menginap di Kota Gorontalo, Bupati Pohuwato Buka Suara

Published

on

Pohuwato – Seiring pesatnya kemajuan daerah dan arus investasi, Kabupaten Pohuwato kini mendesak kehadiran hotel berbintang yang representatif. Ketiadaan fasilitas akomodasi skala besar membuat banyak tamu daerah maupun investor justru memilih menginap di luar wilayah Pohuwato.

Persoalan ini disampaikan langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, saat menerima kunjungan kerja General Manager (GM) Hotel Ibis Manado, Michael Lusikooy, beserta jajarannya di ruang kerja Bupati, Selasa (14/4/2026).

Bupati Saipul menjelaskan, tren peningkatan pendapatan per kapita dan iklim investasi yang positif telah mendorong tingginya arus kunjungan ke Pohuwato. Di pusat ibu kota kabupaten, aktivitas ekonomi terlihat menggeliat dengan menjamurnya penginapan skala kecil, perumahan, dan indekos. Namun, fasilitas tersebut belum cukup untuk menampung tamu VIP.

“Sering kali tamu kita memilih menginap di Kota Gorontalo, padahal tujuan utama mereka ke Pohuwato. Selain memakan waktu, jarak dari Kota Gorontalo ke Pohuwato juga cukup jauh,” ungkap Bupati Saipul.

Ia menegaskan, kehadiran hotel berbintang kini menjadi kebutuhan yang mendesak. Tingginya frekuensi kunjungan dari kalangan pekerja profesional, tamu perusahaan, hingga pejabat pemerintahan menjadi pangsa pasar yang menjanjikan bagi sektor perhotelan.

“Kami sudah beberapa kali berkomunikasi dan mendorong pihak manajemen hotel besar untuk membuka cabangnya di Pohuwato, khususnya di Kecamatan Marisa atau wilayah sekitar pusat ibu kota. Bahkan, kami telah menyiapkan lokasi strategis di kawasan Pantai Pohon Cinta,” bebernya.

Keyakinan Pemkab Pohuwato akan prospek bisnis perhotelan ini turut didukung oleh keberadaan Bandara Panua yang saat ini telah melayani penerbangan perintis setiap pekannya. Ke depan, pemerintah daerah juga berencana mendorong penambahan panjang landasan pacu (runway) bandara tersebut.

“Jika pengembangan bandara berjalan optimal, ini akan menjadi peluang besar bagi sektor perhotelan. Nantinya, para tamu bisa langsung turun di Bandara Panua yang berada di Kecamatan Randangan. Mudah-mudahan, ketika kondisi fiskal dan anggaran negara telah kembali stabil, kami akan terus memperjuangkan penambahan panjang landasan pacu ini,” tambah Saipul.

Menanggapi hal tersebut, GM Hotel Ibis Manado, Michael Lusikooy, menyambut baik aspirasi Pemkab Pohuwato. Selain untuk bersilaturahmi sebagai pimpinan baru, kunjungannya ke Pohuwato juga bertujuan untuk memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihaknya dan pemerintah daerah yang akan segera berakhir.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan ke depannya,” ujar Michael.

Terkait tawaran dan rencana pembangunan hotel berbintang, Michael berjanji akan meneruskan aspirasi dan potensi besar Pohuwato tersebut kepada manajemen pusat. Menurutnya, perkembangan daerah yang sangat pesat menjadi indikator kuat bahwa Pohuwato merupakan lahan investasi yang strategis untuk pengembangan sektor perhotelan masa depan.

Continue Reading

Advertorial

Puncak Kebanggaan Orang Tua, Rektor dan Senat UNG Kukuhkan 700 Wisudawan Diploma hingga Doktor

Published

on

UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencetak sumber daya manusia unggul bagi kemajuan bangsa. Sebanyak 700 putra-putri terbaik secara resmi dikukuhkan dalam prosesi Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-60 yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG, Selasa (14/4/2026).

Prosesi sakral tahunan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Ir. Femy Sahami, S.Pi., M.Si., beserta jajaran anggota senat lainnya.

Wisuda periode ini mencakup pengukuhan lulusan dari berbagai jenjang strata pendidikan di lingkungan Kampus Kerakyatan, mulai dari tingkat Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga jenjang Doktoral (S3).

Dalam pidato sambutannya, Rektor Prof. Eduart menegaskan bahwa gelar akademik yang berhasil diraih oleh para wisudawan pada hari ini merupakan buah manis dari kerja keras kolektif antara mahasiswa, orang tua, serta para dosen pengajar.

“Keberhasilan hari ini bukan hanya milik mahasiswa semata, melainkan juga menjadi keberhasilan orang tua yang telah setia mendampingi dan berkorban, serta keberhasilan para dosen yang telah mendedikasikan ilmunya untuk membimbing kalian hingga berhasil meraih gelar akademik,” ujar Prof. Eduart.

Di hadapan ratusan lulusan terbaiknya, Prof. Eduart juga menitipkan pesan mendalam mengenai esensi kesuksesan saat terjun ke dunia nyata. Ia mengingatkan bahwa penyematan gelar di belakang nama bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian, melainkan justru menjadi gerbang awal menuju pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

“Teruslah menebarkan manfaat dari ilmu yang kalian miliki, junjung tinggi nilai-nilai integritas, serta jaga karakter religius dan rasa kemanusiaan di tengah dinamika tantangan global. Kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari soal seberapa tinggi jabatan kalian nanti, tetapi sejauh mana ilmu dan keberadaan kalian mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia,” pesan Prof. Eduart menutup arahannya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler